BUDIDAYA BUNGA ROSELLA: Pemerintah fasilitasi pengembangan di Bintan

Kamis, 13 Desember 2012 | 09:21


Kementerian Koperasi dan UKM fasilitasi rintisan pengembangan produk tanaman unggulan bunga Rosella di daerah Bintan, Provinsi Kepulauan Riau melalui pendekatan program one village one product.Deputi Bidang Pengkajian Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, menjelaskan optimalisasi tanaman rosella di Bintan, masih masuk dalam program 2012 dari instansi pemberdaya koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tersebut.

”Seperti halnya pengembangan komoditas lain di Indonesia melalui program pendekatan one village one product (OVOP, maka optimalisasi rosella di Bintang dipercayakan kepada Koperasi Asosiasi Makanan dan Kerajinan Bintan,” katanya kepada Bisnis, Rabu (12/12).

Menurut Wayan Dipta, fasilitasi yang diberikan kepada koperasi tersebut berupa bantuan sosial sebesar Rp1 miliar. Program rintisan optimalisasi rosella di Bintan diharapkan terlaksana dengan baik agar direplikasikan di daerah lain.

Tanaman rosella yang selama ini dipergunakan sebagai teh melalui bunganya, harus bisa dijadikan nilai tambah melalui diversifikasi produk sebanyak mungkin. Misalnya diolah menjadi dodol, manisan, sirup, selai dan produk lainnya yang memberikan manfaat bagi perekonomian petani rosella.

Melalui koordinasi di bawah wadah koperasi, berfungsi meningkatkan capacity building pelaku usaha rosella pada setiap mata rantai peningkatan nilai tambah produk. Petani Rosella, katanya, harus bisa meningkatkan kemampuan intinya.

Dengan demikian mampu menghasilkan produk terhadap bagi kebutuhan masyarakat golongan menengah ke atas sehingga lebih bernilai ekonomi tinggi. Untuk pengembangan produk unggulan dengan pendekatan OVOP, ada beberapa langkah yang wajib dilakukan.

Pertama, menyusun rencana aksi pengembangan rosella, koordinasi dan sinkronisasi program melibatkan stakeholders instansi pemerintah maupun swasta di pusat maupun daerah. Kemudian, pengembangan atau diversifikasi produkagar menghasilkan nilai tambah jauh lebih besar.

Selain itu melaksanakan temu usaha dengan calon buyers, peningkatan pemasaran dan promosi melalui pameran, festival budaya lokal maupun pemasaran, dan peningkatan keterampilan masyarakat setempat agar bisa menangani produk unggulan itu.

Pengembangan produk unggulan melalui pendekatan OVOP adalah salah satu model kegiatan penjabaran kebijakan pemerintah sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2007, tentang kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah.

Intinya, mengarah pada peningkatan peluang pasar melalui peningkatan efektivitas pengembangan secara klaster industri kecil dan menengah melalui pendekatan OVOP. (Bsi)

oleh Mulia Ginting Munthe
sumber http://www.bisnis.com