INDUSTRI ROTAN: Ekspor Produk Jadi 2012 Naik 25% ke Rp2,22 Triliun

Rabu, 28 November 2012 | 11:15


Ekspor produk jadi rotan diperkirakan menembus US$231,27 juta (sekitar Rp2,22 triliun) hingga akhir tahun atau naik 15% dari realisasi 2011 yang hanya US$201,1 juta.Itu pun masih angka moderat. Pertumbuhan ekspor barang jadi rotan diyakini bisa tembus 20% karena peningkatan permintaan dari pasar di luar negeri yang semula diisi oleh China dan Vietnam.

Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Soenoto mengatakan kebijakan pelarangan ekspor rotan asalan dan setengah jadi membuat China dan Vietnam kesulitan memperoleh bahan baku.

Akibatnya, mereka hanya mampu memenuhi sebagian order dari Eropa, Amerika Serikat dan Jepang yang selama ini menjadi pasar utama produk rotan. Kekurangan pasokan dari China dan Vietnam itu kemudian diisi oleh Indonesia yang kini memiliki stok bahan baku yang cukup.

“Suplai dari China dan Vietnam menurun sehingga mereka kini mengalihkan pesanan ke Indonesia,” katanya kepada Bisnis hari ini,  Senin (26/11/2012).

Selama Januari-September 2012, ekspor produk jadi rotan mencapai US$157,78 juta atau naik 44,81% dibanding capaian periode sama 2011.

Nilai pengapalan itu terdiri atas lampit sebesar US$2,57 juta, keranjang US$36,67 juta, kursi US$87,01 juta dan furnitur (lemari, meja, tempat tidur, rak) US$31,53 juta.

Soenoto meyakini kondisi itu akan membuat permintaan ekspor pada tiga bulan terakhir meningkat meskipun jika melihat tahun-tahun sebelumnya, tren pengapalan barang jadi rotan menurun mulai semester II. (sut)

oleh Sri Mas Sari
sumber http://www.bisnis.com