Gubernur Bali Minta Perusahaan Makin Getol Salurkan CSR

Selasa, 27 November 2012 | 09:44


Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Bali menyisihkan dua persen keuntungannya untuk membantu program pengentasan kemiskinan. Hal ini karena selama ini, kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sangat signifikan. Meski begitu, Made mengungkapkan, masih ada beberapa kelemahan dalam penyaluran bantuan. Hal ini karena umumnya perusahaan jalan sendiri-sendiri. Dengan adanya forum CSR ini diharapkan mampu mewujudkan keterpaduan komitmen sekaligus mensinergikan langkah dalam mengatasi persoalan kemiskinan.

"Kalau saja 51 perusahaan yang menjadi anggota divisi partisipasi Forum CSR mempunyai komitmen masing-masing membangun 50 Rumah Layak Huni maka akan terbangun 2.550 dalam setahunnya," beber mantan Kapolda Bali ini, Senin (26/11/2012).

Dengan begitu, tambahnya, akan segera mengentaskan kemiskinan di Bali karena telah mengurangi lima dari 14 Indikator kategori rumah tangga miskin dan ditambah dengan program pro rakyat lainnya. Diharapkan, perusahaan yang ikut dalam forum ini kan besar semua, apabila dua sampai lima persen keuntungannya disumbangkan untuk masyarakat miskin sebagai wujud tanggung jawab sosial yang telah mengeruk kekayaan Bali.

"Jika itu berjalan, saya kira di Bali tidak akan ada rakyat miskin lagi, terlebih Bali yang dijuluki sebagai The Island Of Paradise, tidak sepantasnya memiliki banyak masyarakat miskin," tambahnya.

Gubernur sangat berharap forum ini segera bekerja dan berkoordinasi untuk mengambil langkah konkret dalam mengentaskan kemiskinan.

"Mari sama-sama pemerintah dan kalangan pengusaha untuk ngayah dan meyadnya, agar Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera segera terwujud," ajaknya.

Sebagai informasi, dalam peresmian forum CSR ini hadir pula perwakilan Direktorat Pemberdayaan Keluarga dan Kelembagaan Kemensos RI M Nursoleh, para Kepala SKPD Prov. Bali, perwakilan perusahaan dari PT. BTN, PT Pegadaian Kanwil VIII, PT PELNI, PT. BPD Bali, PT. Bank Sinar, PT. Indosat, PT. BRI Kanwil Denpasar, PT. Asuransi Jasa Indonesia, PT. Sucofindo dan undangan lainnya.

oleh Rohmat -
sumber http://economy.okezone.com