RAPP Kantongi Sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu

Selasa, 30 Oktober 2012 | 09:16


Sebagai sebuah perusahaan multinasional, PT RAPP sangat ketat dalam menerapkan standar legalitas kayu. Karena itu, wajar mendapatkan sertifikas SVLK.PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengantongi sertifikat Legalitas Kayu (LK) dari asesor independen PT Mutuagung Lestari (MAL) di Jakarta, Kamis (26/10) lalu. Sertifikat tersebut mengacu kepada Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang diterapkan Indonesia untuk memastikan bahan baku kayu yang diolah berasal dari sumber yang legal.

Fatah Anwar, Direktur Mutuagung Lestari mengatakan, sertifikat LK hanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki komitmen tinggi untuk mengelola hutan secara lestari dan berkelanjutan seperti RAPP. SVLK, kata Fatah, merupakan komitmen pemerintah untuk mewujukan good forest governance menuju pengelolaan hutan lestari.

Menurut Fatah, SVLK merupakan inisiatif nasional untuk mengantisipasi semakin maraknya permintaan terhadap sertifikasi legalitas . "Jadi SVLK bukan merupakan keinginan Uni Eropa, tetapi lebih merupakan keinginan pemerintah Indonesia agar kayu asal Indonesia diakui karena berasal dari hutan yang dikelola secara lestari," kata dia.

Kedepan, SVLK dapat memperluas pangsa pasar ke negara-negara yang mensyaratkan adanya jaminan legalitas kayu yang diimpor. "SVLK diharapkan dapat membangun pandangan positif masyarakat internasional sebagai pemenuhan terhadap peraturan pemerintah mengenai legalitas kayu. "

Direktur Utama RAPP Kusnan Rahmin menjelaskan bahwa RAPP yang merupakan unit usaha dari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) saat ini telah memiliki sertifikat LK berdasarkan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) untuk pabrik pulp dan kertas yang dikelolanya. "SVLK merupakan jaminan legalitas kayu Indonesia, sekaligus merupakan landasan pencapaian pengelolaan hutan lestari

(SFM/Sustainable Forest Management). Sejak tahun 2010 RAPP telah mengantongi Sertifikat LK dan PHPL (Pengelolaan Hutan Produksi Lestari) bagi hutan tanaman yang dikelolanya. Sertifikat LK untuk industri pulp dan kertas RAPP yang saat ini telah dimiliki, melengkapi Sertifikat LK dan PHPL tersebut. Dimilikinya ketiga sertifikat ini telah membuktikan bahwa produk pulp dan kertas yang dihasilkan oleh RAPP bersumber dari kayu yang sah atau legal, yang berasal dari hutan tanaman yang telah dikelola secara lestari," jelasnya.

Lebih lanjut Kusnan menambahkan bahwa pencapaian sertifikasi SVLK penuh oleh RAPP merupakan refleksi dari profesionalisme dan prestasi yang diperjuangkan oleh industri pulp dan kertas Indonesia, dan perusahaan Indonesia terbukti mampu memenuhi standar nasional yang diakui secara internasional. "Implementasi SVLK yang bertanggung jawab dapat meningkatkan kinerja industri perkayuan dan produk turunannya sehingga diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan kinerja ekspor," imbuh Kusnan.***(rls)

sumber http://www.riauterkini.com