Sertifikasi Kayu Muluskan Ekspor ke Eropa

Senin, 29 Oktober 2012 | 08:39


Pasar ekspor kayu dunia saat ini telah mensyaratkan penggunaan kayu legal. Terlebih lagi pasar Uni Eropa yang begitu ketat pengawasannya. Oleh karenanya, sertifikasi legalitas kayu yang dilakukan oleh Indonesia akan menjamin keberlangsungan ekspor kayu Indonesia ke seluruh dunia.Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kementerian Perdagangan Bayu Krishnamurti, dalam acara Ujicoba Ekspor Kayu dan Produk Kayu Tujuan Uni Eropa dengan menggunakan Dokumen V-Legal/FLEGT Licence, Selasa (23/10/2012).

Kegiatan yang dilaksanakan di PT Kayu Lapis Indonesia, Kendal ini dihadiri pula oleh Dirjen Bina Usaha Kehutanan Bambang Hendroyono dan Duta Besar Uni Eropa Julian Wilson. "Manfaat sertifikasi bukan ditujukan untuk Uni Eropa, tapi untuk Indonesia, agar kita bisa mengekspor produk kayu ke seluruh dunia," ujar Bayu.

Ditambahkan, pada periode 2011 lalu, ekspor kayu Indonesia ke seluruh dunia mencapai USD10 miliar, 10,3 persen di antaranya dengan tujuan Eropa. Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah menyumbang kontribusi sebesar USD400 juta.

Sebanyak delapan kontainer diekspor ke sembilan negara Uni Eropa yaitu Inggris, Belanda, Perancis, Belgia, Denmark, Jerman, Italia, Siprus dan Yunani. Diharapkan dengan dimilikinya sertifikat verifikasi legalitas kayu ini bisa meningkatkan ekspor kayu dan olahannya ke mancanegara, khususnya Eropa, yang selama ini menjadi salah satu tujuan utama ekspor kayu Indonesia

"Ekspor ini telah dipayungi dengan Permendag no 64/2012 tanggal 22 Oktober 2012. Melalui Permendag ini seluruh ekspor kayu dan hasilnya diwajibkan memiliki SVLK. Untuk perusahaan besar akan diwajibkan mulai 1 Januari 2013, sedangkan untuk perusahaan kecil atau UKM mulai tanggal 1 Januari 2014," lanjut Bayu.

Menurut rencana, ujicoba akan dilaksanakan mulai bulan Oktober hingga November 2012. Sementara, shipment test dilakukan oleh 17 perusahaan eksportir kayu yang sudah mendapatkan Sertifikat Legal.

Ke-17 perusahaan tersebut melakukan ekspor kayu SVLK dengan kelengkapan dokumen V-Legal sebagai lisensi ekspor. Tidak hanya di Semarang, shipment test juga dilakukan di Pelabuhan Belawan, Medan, Tanjung Priok, Jakarta, serta Tanjung Perak, Surabaya. (wdi)

oleh Nugroho Setyabudi -
sumber http://economy.okezone.com