Indonesia Jadi Negara Maju dari Sektor Pertanian

Senin, 29 Oktober 2012 | 08:36


Indonesia berpeluang menjadi negara maju di bidang ekonomi khususnya dari sektor pertanian, bahkan mampu memenuhi kebutuhan pangan dunia, sehingga disegani negara-negara lain."Indonesia memiliki potensi besar di bidang pertanian yang didukung ketersediaan air dan iklim terpis, disamping potensi di sektor perikanan dan kelautan, sehingga tidak ada negara yang menyainginya," kata dua Guru Besar Universitas Udayana, Prof Dr I Wayan Windia, MS, dan Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta MSc yang dihubungi secara terpisah di Denpasar, Sabtu (27/10).

Mengomentari tentang disahkannya Undang-undang Pangan, Prof Dewa Suprapta optimistis jika potensi pertanian Indonesia dikembangkan secara maksimal dengan menggunakan teknologi pertanian, maka tidak sampai sepuluh tahun mendatang Indonesia menjadi negara besar berkat pertanian.

Hal itu didasarkan atas kenyataan selama ini penduduk di berbagai negara di belahan dunia kini mencapai tujuh miliar jiwa, tiga milian jiwa di antaranya mengalami permasalahan menyangkut pangan.

"Satu miliar jiwa di berbagai negara di belahan dunia itu mengalami kelaparan dan dua miliar lainnya persediaan pangannya terganggu," tutur Prof Dewa Suprapta, dosen terbang pada tiga perguruan tinggi di Jepang.

Oleh sebab itu DPR dan birokrat harus mempunyai kemauan dalam menggarap potensi bidang pertanian secara sungguh-sungguh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Prof Wayan Windia yang juga mantan anggota DPR-RI itu menambahkan, pengesahan UU Pangan dan masalah pangan akan ditangani oleh satu badan itu menunjukkan adanya kegelisahan tentang politik bidang pertanian di Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan dunia.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri seperti beras, tepung terigu, gandum dan gula pasir masih impor.

Adanya UU Pangan dan satu badan yang mendapat kewenangan dari Presiden untuk menangani masalah pangan diharapkan secara bertahap mampu memajukan bidang pertanian sekaligus menenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan dunia, harap Prof Windia. (Ant)

sumber http://www.analisadaily.com