EKONOMI KELAUTAN Indonesia Capai US$ 1,2 triliun

Kamis, 25 Oktober 2012 | 10:34


Potensi ekonomi kelautan dan perikanan di Indonesia ditaksir mencapai US$ 1,2 triliun. Hanya saja, pengembangan bisnis kelautan belum maksimal akibat tumbukan kepentingan di sejumlah kawasan pesisir.Salah satu persoalan yang mengganjal yakni minimnya pemahaman konvensi hukum laut internasional yang sangat beresiko menambah kasus tumpang tindih kewenangan pengelolaan potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengakui kepala daerah selaku pengambil kebijakan pengembangan kelautan dan perikanan belum banyak yang memahami prinsip batas lautan seperti zona ekonomi eksklusif hingga area landas kontinen.

 Apalagi, ucap Sharif, pengembangan bisnis kelautan cukup terganjal dengan belum tuntasnya penetapan batas wilayah antarnegara, serta penetapan titik-titik koordinat batas wilayah dan pengelolaan sumber daya laut yang terkandung pada laut teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

“Kalau prinsip-prinsip konvensi hukum laut ini bisa tersosialisasi dengan baik, maka industrialisasi sektor perikanan dan kelautan akan ikut terdorong,” kata Sharif saat membuka acara implementasi United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982, di Jakarta hari ini, Rabu  (24/10/2012).

Menurut Sharif, pihaknya telah menyiapkan konsepsi ekonomi biru guna merealisasikan keterpaduan antara pemanfaatan sumber daya kelautan dan pendekatan bisnis yang berkelanjutan. Sahrif menilai ketersebaran kawasan laut dan pesisir di Indonesia perlu didukung dengan upaya-upaya pelestarian lingkungan.

 “Sekitar 70% wilayah Indonesia itu merupakan laut dan pesisir, sehingga perlu mengadopsi ekonomi biru untuk mendukung pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Indonesia memiliki wilayah laut seluas 5,8 juta km persegi yang terdiri dari wilayah teritorial sebesar 3,2 juta km persegi dan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) seluas 2,7 juta km persegi. Selain itu, terdapat 17.840 pulau di Indonesia dengan garis pantai sepanjang 95.181 km.

“Dengan demikian, Indonesia mengantongi modal keanekaragaman sumber daya alam laut yang potensial, baik hayati maupun non-hayati. Apabila potensi itu dapat dioptimalkan sebaik mungkin maka dapat menjadi tulang punggung bagi pembangunan Indonesia,” tuturnya. (sut)

oleh Surya Mahendra Saputra
sumber http://www.bisnis.com