Sucofindo Resmikan Laboratorium Terpadu di Kalimantan

Rabu, 03 Oktober 2012 | 14:39


Sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri ESDM No. 7 Tahun 2012, yang antara lain mengatur ekspor bahan mentah mineral, beberapa perusahaan pemilik IUP (Ijin Usaha Pertambangan) telah mengajukan proposal pembangunan smelter (mineral refinery). Untuk mendukung terealisasinya kebijakan itu, pemilik IUP membutuhkan uji laboratorium untuk menganalisa kandungan bahan tambang sebelum diekspor.
   
Arief Safari, Direktur Utama PT Sucofindo meresmikan Laboratorium Samarinda
M. Jufri, Kepala Cabang Samarinda memberikan penjelasan mengenai fasilitas dan kapasitas Laboratorium Samarinda


Seiring dengan meningkatnya permintaan pelanggan dan kebutuhan pasar akan jasa laboratorium, Sucofindo mengembangkan kapasitas laboratorium yang ada dan mendirikan laboratorium terpadu di Samarinda, Kalimantan Timur. Laboratorium Samarinda yang baru memiliki luas bangunan 1.500 m2 dan dibangun diatas lahan seluas 11.050 m2 dengan nilai investasi lebih dari Rp11,5 miliyar.

Kapasitas operasional pun tidak tanggung-tanggung. Semua analisa paramater kandungan batubara untuk coal fire dapat dilakukan di Laboratorium Samarinda. Jasa Batubara dan Mineral Terpadu (Integrated Coal and Mineral Services) ke sektor hulu dan midstream untuk tambang batubara pun terus dikembangkan. Selain itu, Laboratorium Samarinda juga dapat melakukan analisa parameter lingkungan, seperti udara ambien, air bersih dan air limbah. 
 
Saat ini, sebagian besar analisa mineral dan batubara dilaksanakan oleh laboratorium di kota besar bahkan laboratorium di luar negeri. Konsekuensi tersebut tentu saja membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, Laboratorium Sucofindo dikembangkan di Samarinda dengan kapasitas operasional yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan jenis dan layanan kelaboratoriuman bagi pelanggan.

“Kami membangun laboratorium lebih dekat ke sumber bahan baku. Tujuannya agar pengusaha dan masyarakat yang membutuhkan jasa kelaboratoriuman dapat menghemat waktu dan biaya. Bahkan dengan menyandang pengakuan/akreditasi internasional, laboratorium kami sudah terbukti dapat diandalkan dalam memberikan hasil analisa yang akurat,” ujar Arief Safari, Direktur Utama Sucofindo dalam kata sambutan peresmian Laboratorium di Samarinda (28/9). Lebih lanjut Arief menjelaskan bahwa Laboratorium Samarinda juga sedang mempersiapkan laboratorium sipil untuk jasa geotech dan analisa Crude Palm Oil  (CPO) yang potensial untuk dikembangkan di wilayah Kalimantan Timur.

Perusahaan tambang batubara, baik yang sudah memiliki maupun yang masih mengajukan IUP merupakan pelanggan yang potensial. Demikian halnya dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Selain itu, perusahaan dan/atau institusi pendukung, baik yang terlibat langsung maupun tidak di pertambangan dan perkebunan kelapa sawit juga menjadi target pelanggan yang potensial bagi Sucofindo. “Saat ini kami sedang mempersiapkan jasa di sektor hulu dan mengembangkan bisnis dari hulu ke hilir yang terintegrasi, mulai dari eksplorasi sampai distribusi, pengangkutan/pengapalan,” tutur Arief.

Sucofindo memiliki 33 kantor cabang, 31 unit pelayanan serta 58 titik layanan laboratorium di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan laboratorium Sucofindo, masyarakat dan pengusaha pertambangan dan perkebunan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dapat menghemat waktu dan biaya karena tidak perlu lagi mengirimkan sampelnya ke daerah lain maupun ke luar negeri. [oth/ay]