GAS METANA BATU BARA: Pemerintah Susun Spesifikasi Rig

Senin, 01 Oktober 2012 | 08:33


Pemerintah menyusun spesifikasi rig untuk kegiatan pemanfaatan sumur gas metana batu bara atau CMB (coal bed methane) agar sumur-sumur CBM bisa segera berproduksi.Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Edi Purnomo seperti dikutip dari website Ditjen Migas hari ini, Minggu (30/9) mengatakan hal itu tertuang dalam hasil rapat penyusunan spesifikasi rig CBM pekan lalu di Jakarta.

"Sejumlah masukan didapat dari rapat pekan lalu, antara lain agar dalam penyusunan spesifikasi rig CBM ini memperhatikan aspek efisiensi tanpa mengabaikan aspek keselamatan," ujarnya  hari ini (Minggu 30/9/2012).

Edi menambahkan dalam penggunaan peralatan pencegah semburan liar, aspek kegeologian daerah menjadi pertimbangan penting untuk menjaga agar faktor keselamatan bisa lebih terjamin.

Kepala Seksi Keselamatan Pekerja dan Umum Hulu Migas Patuan Alfon menambahkan pemerintah perlu membuat suatu kajian analisis risiko kegeologian agar para pengusaha CBM mengetahui potensi dan bahaya geologi yang ada di wilayah kerja masing-masing.

"Sehingga penggunaan rig dan peralatannya dapat disesuaikan," ujarnya.

Sejak ditandatangani pertama kali pada 2008, hingga saat ini telah dilakukan penandatanganan 50 Wilayah Kerja (WK) CBM. Selama periode 2012 hingga 2025, pemerintah menargetkan dapat dilakukan penandatanganan 210 WK CBM atau sekitar 15 kontrak kerja sama (KKS) CBM setiap tahunnya.

Produksi CBM diharapkan terus meningkat hingga menjadi 1.500 juta kaki kubik per hari (MMscfd) pada 2025. Ada pun potensi gas CBM Indonesia tergolong sangat besar yaitu 453,3 triliun kaki kubik (TCF) yang tersebar di 11 cekungan hidrokarbon.  (sut)

oleh Vega Aulia Pradipta
sumber http://www.bisnis.com