Tingkatkan Produktifitas Kerja Dan Daya Saing Melalui PP No.50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3

Jumat, 14 September 2012 | 16:25


Penerapan SMK3 diperkuat dengan dikeluarkannya PP No. 50 Tahun 2012 oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 pada bulan April yang lalu oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, perusahaan berupaya untuk dapat memenuhi persyaratan peraturan tersebut. PP No.50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


   
Antusiasme 260 peserta Seminar Sehari "Optimalisasi Penerapan SMK3 melalui PP No.50 Tahun 2012 untuk meningkatkan mutu kerja dan produktifitas kerja".
Kerjasama PT Sucofindo dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam penyelenggaraan seminar sehari.


"PP No.50 Tahun 2012 dikeluarkan pemerintah agar dapat mendorong percepatan penerapan SMK3 di Indonesia,” demikian disampaikan Dirut PT Sucofindo, Arief Safari pada acara pembukaan Seminar Sehari Optimalisasi Penerapan SMK3 melalui PP No.50 Tahun 2012 yang diselenggarakan oleh PT Sucofindo di Jakarta (13/09). Acara Seminar Sehari, yang dihadiri oleh 260 peserta ini digelar untuk menjawab pertanyaan dan kebutuhan perusahaan dan praktisi K3 terkait kebijakan, informasi perbedaan dan migrasi persyaratan SMK3.


Selama ini, SMK3 yang telah berjalan menggunakan Permenaker No.05/MEN/1996 sebagai peraturan dan pedoman dalam penerapannya. “Banyak perusahaan yang menghubungi Sucofindo untuk meminta penjelasan mengenai perbedaan dan migrasi dari Permenaker No.05/MEN/1996  ke PP No.50/2012. Kami mendukung program pemerintah dan siap membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan SMK3 sesuai PP,” kata Triyan Aidil Fitri, Kabag Operasi 2, SBU Sucofindo ICS disela-sela diskusi acara seminar tersebut.


Pemerintah menargetkan di tahun 2015 seluruh perusahaan di Indonesia telah menerapkan SMK3. Saat ini, terdapat sebanyak 1.548 perusahaan yang telah mendapat penghargaan SMK3. Perusahaan yang telah menerapkan SMK3 diberikan masa peralihan 1 (satu) tahun sejak dikeluarkannya PP tersebut. Sedangkan perusahaan yang baru akan menerapkan SMK3 dapat menggunakan PP No.50 Tahun 2012 sebagai acuan.  
 

Penerapan SMK3 yang efektif dan efisien akan memberi manfaat investasi yang besar bagi perusahaan. Menurunnya angka kecelakaan kerja, terkendalinya risiko insiden yang dapat merugikan perusahaan, seperti kebakaran dan ledakan, serta meningkatnya produktifitas pekerja karena adanya program promosi kesehatan kerja adalah manfaat yang didapat dari penerapan yang efektif. Konsistensi dan kesinambungan penerapannya tentu juga akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar domestik maupun internasional. (oth)