PERDAGANGAN KARBON: Indonesia Kehilangan Potensi Dana Rp0,96 triliun/tahun

Jumat, 14 September 2012 | 08:37


Indonesia kehilangan potensi dana carbon trade (perdagangan karbon) sebesar US$100 juta (sekitar Rp0,96 triliun) per tahun akibat inisiatif program konversi minyak tanah ke LPG tidak didaftarkan ke Bank Dunia. Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengaku hal itu menjadi satu-satunya kekurangan program ini.

 "Satu yang saya lupa. Saya ngga membuat proposal ke Bank Dunia untuk carbon trade [perdagangan karbon]. Prosesnya menjalankan program ini begitu cepat, saya jadi lupa," ujarnya di depan ratusan hadirin di acara World LPG Forum ke-25 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (13/9/2012).

Menurut Kalla, ketika sudah dijalankan seperti sekarang ini, Indonesia tidak bisa lagi mendaftarkan program ini ke Bank Dunia. "Ngga bisa lagi karena itu harus didaftar sebelum program dimulai," ujarnya.

 
Berdasarkan hasil kajian Greenwork Asia pada 2008, konversi minyak tanah ke LPG telah mengurangi emisi 7,67 kg CO2 dari setiap konsumsi LPG 3 kg.

Melihat kesuksesan program konversi dari minyak tanah ke LPG, menurut Kalla banyak negara lain yang ingin belajar dengan Indonesia, termasuk Tunisia dan Nigeria. (sut)

oleh Vega Aulia Pradipta
sumber http://www.bisnis.com