Mengolah serbuk kayu gergaji menjadi lukisan

Kamis, 13 September 2012 | 09:50


Eksplorasi dan kreativitas dalam menciptakan lukisan nampaknya tak pernah mati. Membuat lukisan tidak hanya dengan media cat minyak dan kanvas saja. Tapi lukisan juga bisa dihasilkan dari serbuk kayu gergaji. Lukisan dari limbah serbuk kayu ini juga bernilai ekonomi tinggi.Adalah Muhammad Ichwanushofa, pemilik Le Choepa's Art Gallery, yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur, salah satu yang menekuni usaha lukisan berbahan serbuk gergaji. Pria yang akrab disapa Shofa ini mulai membuat lukisan serbuk gergaji sejak 2009. Idenya muncul waktu melihat limbah serbuk gergaji yang berserakan di tempat usaha para pembuat mebel di sekitar rumahnya.

Shofa pun berinisiatif menjadikan serbuk gergaji sebagai bahan lukisan. Cara pembuatannya, serbuk gergaji direndam terlebih dahulu dalam air, setelah itu ditiriskan.

Serbuk gergaji yang telah lembab lantas dicampur dengan lem kayu dan kemudian dikocok-kocok agar tercampur. "Mengocoknya sampai lem dan serbuk senyawa atau benar-benar melekat," ujar Shofa. kemudian adonan serbuk gergaji diletakkan di atas media lukis berupa triplek.

Shofa biasanya menggunakan palet untuk membentuk lukisan. Metode membuat lukisan ini sama seperti membuat relief, namun relief ini berbahan adonan serbuk kayu. Setelah itu, ia akan melapisi lukisan itu dengan pelitur dan menggosok supaya halus.

Setelah itu, Shofa menggunakan cairan pengkilap. Fungsinya agar serbuk kayu tertutup pori-porinya sehingga tidak menyerap kandungan air lagi.
Barulah, Shofa mulai mengecat lukisan di bagian tas dengan berbagai warna sesuai kebutuhan. Cat yang digunakan bisa cat minyak. Karena sudah dilapisi pengkilap, serbuk gergaji pun tak menghisap cat.

Jenis lukisan yang dibuat Shofa kebanyakan adalah kaligrafi, pemandangan dan binatang, seperti ikan dan bebek. Lukisannya rata-rata ia hargai Rp 5 juta untuk ukuran 150 centimeter (cm) x 120 cm. Namun, untuk ukuran lebih kecil, harganya lebih miring sekitar Rp 2,5 juta.

Pembeli lukisan Shofa sebagian besar dari Sidoarjo, Surabaya, bahkan dariBandung. Dari lukisan itu ia bisa meraup omzet sekitar Rp 10 juta per bulan. Pemain lain di bisnis ini adalah Ulfa Meilia, asal Surabaya. Menurut dia, salah satu keunggulan lukisan ini adalah bahan bakunya yang terbuat dari serbuk gergaji tidak menganggu kesehatan dan ramah lingkungan. "Kami juga bisa membuat objek lukisan berdasarkan pesanan pembeli," ucapnya.

Dari bahan dasar serbuk gergaji, Ulfa membuat produk lukisan pemandangan, dan kaligrafi. Ia membanderol harga mulai dari Rp 200.000 untuk ukuran kecil dan tidak rumit pembuatannya. Namun untuk lukisan ukuran 1 meter persegi, ia membanderol mulai dari Rp 1 juta - Rp 3 juta per lukisan. "Jika lukisan semakin rumit seperti membuat lukisan tiga dimensi, harganya semakin mahal," ujarnya. Ia bilang dalam sebulan bisa meraup omzet hingga Rp 10 juta, dengan laba bersih di atas 50%.

Pembuatan lukisan dari serbuk gergaji ini membutuhkan waktu selama dua minggu. Sebab, setelah melukis gambar, lukisan tersebut harus dijemur di bawah sinar matahari. "Jika cuaca mendung, pembuatan juga lama," paparnya.


Oleh Revi Yohana, Noverius Laoli 
sumber http://peluangusaha.kontan.co.id