CPO Tidak Ramah Lingkungan, Pemerintah Optimis Ekspor Tinggi

Senin, 10 September 2012 | 10:20


Produk-produk yang masuk dalam daftar produk ramah lingkungan sendiri akan memperoleh fasilitas tarif bea masuk maksimal 5 persen di antara negara-negara anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC)Pemerintah optimis permintaan minyak sawit (crude palm oil/CPO) tetap tinggi meskipun produk tersebut tidak dikategorikan sebagai produk ramah lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro menanggapi gagal masuknya CPO ke dalam daftar produk ramah lingkungan.

Produk-produk yang masuk dalam daftar produk ramah lingkungan sendiri akan memperoleh fasilitas tarif bea masuk maksimal 5 persen di antara negara-negara anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

“Permintaan CPO tetap tinggi dari banyak negara meski tanpa pemotongan bea masuk, katanya di Jakarta, hari ini.

Bambang mengatakan, masih banyak peluang pasar yang bisa ditembus oleh Indonesia untuk memasarkan produk CPO-nya, meskipun tidak ke negara-negara APEC.

Menurut Bambang, pemerintah Indonesia juga memiliki perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) yang dapat digunakan untuk melepas CPO Indonesia ke luar.

"Kita kan punya banyak FTA seperti AFTA (ASEAN Free Trade Agreement), dengan menggunakan FTA, malah ekspor CPO Indonesia akan dikenakan bea masuk 0 persen,” ujarnya.

sumber http://www.beritasatu.com