PT SUCOFINDO (Persero) : Capaian Sang Lembaga Pemastian

Selasa, 28 Agustus 2012 | 09:52


Produk Indonesia tidak perlu lagi diuji di negara tujuan ekspor selama miliki hasil pemastian oleh SUCOFINDO.
   Volume perdagangan Indonesia terus meningkat. Tahun lalu ekspor mencapai USD 203,5 milyar atau tumbuh 29% dari tahun sebelumnya. Di waktu yang sama, impor mencapai USD 177,4 milyar dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 14% dalam lima tahun terakhir.

Kepastian merupakan kata kunci yang menentukan suksesnya suatu transaksi perdagangan. Para pihak yang terlibat dalam kegiatan ekspor-impor, tentu membutuhkan kepastian mengenai spesifikasi, mutu dan kuantitas barang yang diperdagangkan. Untuk
memitigasi risiko, penjual dan pembeli umumnya sepakat untuk menunjuk lembaga independen yang kompeten dalam memberi pemastian.

Sucofindo yang merupakan anggota International Federation of Inspection Agency (IFIA), adalah lembaga pemastian yang telah lama dipercaya pelaku bisnis internasional. Sejak 1956, lembaga inspeksi dan pengujian independen terbesar di Indonesia itu melayani pelaku bisnis di berbagai sektor industri, termasuk sektor keuangan dan perbankan.

Pengujian, Audit dan Sertifikasi

Dalam memberi layanan pemastian, Sucofindo mengandalkan kompetensi SDM dengan beragam keahlian yang didukung fasilitas pengujian dan analisis lengkap. "Ini penting karena kami adalah pihak independen yang harus menjaga kepercayaan semua pihak" jelas Arief Safari, Dirut PT Sucofindo (Persero).

Selain memiliki laboratorium yang terakreditasi, berbagai pengakuan dari lembaga internasional seperti IEC dan FOSFA diperoleh lembaga sertifikasi ini. Pengakuan tersebut merupakan nilai tambah bagi pengguna jasa pengujian dan sertifikasi berupa kemudahan dalam transaksi internasional.   

Industri elektronika Indonesia misalnya, sejak dua tahun lalu tidak perlu lagi melakukan pengujian produk di negara tujuan ekspor selama dinyatakan lulus uji kesesuaian standar oleh Sucofindo. Hal itu karena sertifikasi produk oleh Sucofindo diakui International Electrotechnical Commission (IEC) sehingga diterima di banyak negara. Begitu pula dengan hasil uji dan analisis berbagai produk dan komoditi lain yang dilakukan Sucofindo telah sejak lama diakui dan diterima para pelaku bisnis internasional.

Untuk pemastian pemenuhan standar SNI, Sucofindo yang diakreditasi oleh KAN melayani sertifikasi untuk 140 jenis produk industri. "Kami senang bisa membantu pelaku industri meningkatkan kinerja mereka, dan bangga turut memberi pemastian keamanan produk bagi masyarakat", ujar Arief.

Memenuhi kebutuhan industri yang semakin berkembang, Sucofindo terus mengembangkan fasilitas kerjanya. Tahun lalu lembaga pengujian ini membangun laboratorium pemrosesan mineral komersial pertama di ASEAN. Langkah itu diambil guna mendukung upaya peningkatan nilai tambah bahan mineral dalam negeri. "Smelter di kawasan regional kini tidak lagi harus menguji hasil pemoresan bahan mineral ke Australia atau Amerika,  cukup di Indonesia yang menawarkan harga lebih kompetitif", ujar Arief.

Tahun 2012 dibangun pula laboratorium analisis Coal Bed Methane (CBM) yang mulai beroperasi Agustus ini. "Kami membangun laboratorium bergerak agar memudahkan pelayanan hingga pelosok negeri", tambahnya. Fasilitas baru ini melengkapi laboratorium yang telah ada, seperti laboratorium teknik, kalibrasi, listrik, kimia, biologi, lingkungan, minyak dan gas, serta mineral dan batubara.

Di bidang pemastian pemenuhan standar sistem manajemen, Sucofindo saat ini melayani sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, ISO 28000, ISO 22000, ISO 27001, HACCP, OHSAS 18001, dan GMP. Keunggulan Sucofindo di bidang ini adalah tersedianya layanan sertifikasi sistem manajemen terpadu yang lebih efektif dan efisien. Terkait pemenuhan standar nasional, Sucofindo dipercaya POLRI dan Kemenakertrans melakukan audit penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Survei, Verifikasi dan Monitoring

Membantu pemerintah dalam menjalankan tugas dan pelayanannya, Sucofindo berpengalaman dalam pengembangan dan implementasi sistem verifikasi penanaman modal, ekspor dan impor barang, perizinan penangkapan ikan, monitoring kuota, dan perdagangan antar pulau. Di bidang pemanfaatan teknologi informasi, Sucofindo berpengalaman dalam survei dengan memanfaatkan kartu pintar untuk berbagai kepentingan seperti monitoring peredaran bahan bakar minyak, pendataan identitas pegawai, dan KTP nasional elektronik.

Dalam membantu pemerintah daerah, Sucofindo berpengalaman melakukan survei dan pemetaan potensi daerah, verifikasi dan penilaian aset. Semua itu dimungkinkan karena lembaga survei milik negara ini mempunyai sumber daya yang kompeten dan jaringan layanan yang luas di hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Memberi layanan pemastian yang handal adalah kebanggaan tersendiri bagi segenap insan Sucofindo.  Sebagai perusahaan inspeksi dan pengujian milik bangsa, Sucofindo sadar untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan ragam layanannya guna mendukung kemajuan perekonomian negeri tercinta. Dirgahayu Indonesia. (hms/oth)