BATU BARA: Harga Jadi Pemicu Penurunan Ekspor Indonesia

Rabu, 25 Juli 2012 | 09:11


Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia menilai faktor harga menjadi penyebab utama ekspor batu bara Indonesia turun.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor batu bara Indonesia turun sekitar 13 % dari 30,16 juta ton pada Mei 2012 menjadi 26,2 juta ton pada Juni 2012.
 

Bob Kamandanu, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), mengatakan bahwa harga yang terus turun membuat banyak perusahaan pertambangan batu bara tidak lagi beroperasi.

“Tapi bukan anggota kami, beberapa perusahaan tersebut tidak lagi beroperasi, ya karena harganya jelek,” ujarnya  kepada Bisnis, Selasa (24/7/2012).
 

Saat ini, kata Bob, harga batu bara hanya sekitar US$ 84 –US$ 88 per ton. Padahal, dibandingkan dengan harga batu bara enam bulan lalu yang bisa berada di atas US$ 100 per ton. “Pernah sampai titik US$ 84 per ton, harga terus turun,” tambahnya kemudian. Meski begitu, Bob memperkirakan pada kuartal IV akan ada rebound.
 

Namun, harga tidak akan bisa sampai menyentuh harga US$ 100 per ton. “Sekitar US$ 90 per ton mungkin,” ucapnya. Menurut Bob, penjualan ke China juga sedikit bermasalah. Seperti diketahui, China merupakan salah satu tujuan ekspor batu bara Indonesia selain India, Korea Selatan, dan Jepang.
 

“Kalau mereka (China) membeli kan biasanya mengirimkan kapal, namun ini mereka tidak mengirimkan. Salah satunya juga karena China over stock,” ungkap Bob.
 

Thamrin Sihite, Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan  harga merupakan penyebab anjloknya ekspor batu bara. “Ini karena harganya turun,” katanya.

Edi Prasojo, Direktur Batu bara Kementerian ESDM menyebutkan saat ini realisasi produksi batu bara sampai semester I 2012 adalah sekitar 184 juta ton. Adapun untuk ekspor sekitar 136 juta ton, dan sisanya untuk keperluan domestik. Menurutnya, total ekspor tersebut setara 74,4% dari produksi batu bara nasional 184 juta ton.
 

Produksi ini setara 54% target produksi tahun ini 340 juta ton. Jumlah ini naik 5% dibanding semester I 2011. Adapun total produksi 2011 setara 5% dari total produksi dunia sebesar 6.941 juta ton.
 

Bob mengatakan belum bisa menyelesaikan perhitungan jumlah produksi dan jumlah ekspor batu bara berdasarkan data APBI. Namun, dia memproyeksikan produksi batu bara hingga semester I bisa mencapai sekitar 190 juta ton. "Per bulan biasanya sekitar 28 juta ton-30 juta ton.” (bas)

oleh Riendy Astria
sumber http://www.bisnis.com