INDUSTRI SINGKONG bisa tarik investasi baru

Rabu, 25 Juli 2012 | 09:10


Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Eko Nugroho mengatakan, pemerintah sebaiknya memfokuskan pembinaan petani singkong untuk menopang pasokan ke industri hilir dan menjaga persaingan dengan komoditas impor. "Peran pemerintah di sini mengembangkan potensi domestik ketika investasi dan bisnis asing masuk," kata Agus saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Ia menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, salah satunya adalah membantu pembiayaan produksi petani dan koperasi agar bisa membeli barang dan jasa.

"Pembiyaan itu untuk menggunakan teknik dan metode produksi berbasis singkong terbaru beriringan dengan masuknya investasi," katanya.

Agus mengatakan, bantuan pembiyaan untuk petani juga bisa diaplikasikan pada program-program sosial yang menyasar masyarakat kecil seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dia tidak meragukan daya saing ekspor produk domestik berbasis singkong ke berbagai negara sasaran ekspor walaupun dampak krisis global harus diwaspadai.

"Beberapa negara seperti India dan Brazil bisa menjadi sasaran ekspor produk industri berbasis singkong," katanya Selain meningkatkan daya saing produk, dia juga menyarankan pemerintah untuk menjembatani pengusaha kecil dan petani singkong dengan disributor dan penjual.

"Perlu adanya kesepahaman antara pengusaha besar dan petani kecil dalam berproduksi singkong, yang sebenarnya itu bisa diatur oleh pemerintah," katanya.

Pemerintah juga jangan melupakan untuk menyampaikan proyeksi persaingan ekonomi industri kecil dan menengah singkong terkait krisis global kepada para pelaku usaha domestik yang bergantung pada pasokan singkong dari petani, katanya.

"Di sini peran signifikan pemerintah sebenarnya menyangkut membangun dan menjaga ketahanan perekonomian," ujar Agus. (Antara/arh)

oleh Newswire
sumber http://www.bisnis.com