Program e-KTP Sambas Terkendala

Rabu, 27 Juni 2012 | 10:00


Program Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kabupaten Sambas belum maksimal. Dari 19 kecamatan, hanya Kecamatan Sambas yang sudah me-launching dan menerbitkan 600 e-KTP warganya.“Satu set alat masih belum mampu melaksanakan program e-KTP. Akibatnya alat tidak berfungsi optimal, sehingga PS Client atau alat perekam Nomor Induk Kependudukan (NIK), sidik jari, eris mata, tanda tangan, dan identitas e-KTP lainnya tidak bisa merekam pendataan e-KTP atau diagnosis. Sementara untuk server sudah sangat baik, hanya kendala tidak bisa merekam saja,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas Uray Burhanuddin SSos kepada Equator, Senin (25/6).

Menurut Uray Burhanuddin, satu set alat e-KTP yang telah tiba di kecamatan ternyata tidak semuanya baru. Ada beberapa kecamatan yang mendapatkan barang bekas, seperti di Kecamatan Tebas, keyboard yang diterima sudah bekas. Selain itu, alat diagnosis atau perekam tidak berfungsi dengan baik.

“Tetapi dalam hal ini, Pemkab Sambas akan berupaya secepatnya memperbaiki. Sehingga bisa dilaksanakan launching e-KTP di semua kecamatan,” ujarnya.

Dijelaskan Kadisdukcapil Sambas, hingga bulan Oktober pengurusan e-KTP masih gratis. Namun, setelah itu dikenakan biaya. Besarannya tergantung kebijakan pemerintah. “Bagi yang akan mengurus e-KTP, syaratnya tunggu ada panggilan dari kecamatan. Jika telah ada panggilan langsung membawa KTP dan KK lama untuk diperbarui,” ungkap Mantan Camat Sambas ini.

Guna menyukseskan program e-KTP, kata Burhanuddin, pihaknya meminta PT Sucofindo agar memberikan alat yang kondisinya baik. Sehingga pelaksanaan program e-KTP berjalan lancar.

Di tempat yang sama, Nurul, petugas pendamping Kabupaten Sambas dari Sucofindo mengakui memang baru satu set alat e-KTP yang tiba di Kabupaten Sambas. “Bahkan ada laporan dari pihak kecamatan yang menerima alat bekas. Dalam hal ini Sucofindo akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayan yang baik menyukseskan program e-KTP di Kabupaten Sambas,” tegasnya.

Dari laporan yang didapat, pihak kecamatan kesulitan melaksanakan PS Client guna merekam data identitas e-KTP. Kendala ini sudah dilaporkan kepada Kadisdukcapil Kabupaten Sambas. “Adanya keluhan dari kecamatan se-Kabupaten Sambas akan kami sikapi, dan kami sampaikan kepada manajemen. Sehingga alat bekas ataupun yang tidak berfungsi bisa segera diganti,” pungkasnya. (edo)

sumber http://www.equator-news.co