GULA PUTIH: Disperindag Sulsel Akan Terima pasokan 20.000 ton

Rabu, 20 Juni 2012 | 10:11


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan akan menerima pesanan sebanyak 20.000 ton gula kristal putih atau GKP dari distributor di Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan gula masyarakat yang kini masih langka di pasaran.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo mengatakan GKP tersebut sudah dipesan pihaknya pekan lalu. “Kami masih menunggu pesanan ini, kemungkinan tiba pada pekan ini,” ujarnya hari ini, Selasa (19/6).

Menurutnya, 20.000 ton GKP yang dipesan itu bisa untuk mengisi kebutuhan konsumsi gula langsung masyarakat, yang diperkirakan akan tinggi pada bulan Ramadan. Bahkan sebelum puasa, pihaknya berencana memesan gula kembali dari distributor di Jawa Timur agar pasokan gula aman selama bulan puasa yang jatuh pada pertengahan Juli 2012.

”Kami akan pesan sesuai kebutuhan, tapi paling tidak jumlahnya sama dengan kebutuhan GKP saat puasa tahun lalu,” ungkapnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulsel Hadi Basalamah mengungkapkan, saat ini stok gula didistibutor mencapai 20.000 ton. Jika pesanan GKP yang 20.000 ton tiba, maka total stok GKP akan mencapai 40.000 ton. ”Jumlah ini memadai untuk kebutuhan GKP selama 4 bulan, karena kebutuhan gula di Sulsel 10.000 ton per bulan,” papar Hadi.

Adapun terkait dengan defisit GKP yang terjadi di pasar-pasar tradisional baru-baru ini, menurutnya, lebih disebabkan oleh proses lelang yang terjadi beberapa waktu lalu di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang berbasis di Jawa Timur. "GKP sebenarnya tidak langka, stok ada di distributor,” ucapnya.

Kenaikan harga gula di pasaran yang diduga akibat kelangkaan barang, diklaim Hadi, tidak hanya terjadi di Sulsel tetapi juga terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia.
Kenaikan harga itu dipicu oleh kenaikan harga tebus GKP pada lelang gula PTPN di Jawa Timur yang kini mencapai Rp11.835 per kg. Komponen biaya lainnya adalah ongkos kirim, maka otomatis harga bisa mencapai Rp12.500 per kg ketika tiba di pasar.

Kondisi tersebut, tegasnya, hanya bersifat sementara, seiring dengan lancarnya suplai barang dari distributor ke pasar.

Kenaikan harga gula yang terjadi beberapa pekan lalu merupakan akumulasi dari kenaikan harga lelang yang cukup tinggi. "Tapi itu hanya sementara, apalagi saat ini sudah mulai masuk musim panen tebu yang suplainya dari para distributor diharapkan kembali lancar,” paparnya. (K46/Bsi)


Oleh Wiwiek Dwi Endah
sumber http://www.bisnis.com