Sumatera Utara Jadi Pusat PLTM

Senin, 18 Juni 2012 | 08:42


Provinsi Sumatera Utara menjadi pusat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro hidro (PLTM) dan biomas karena potensi sumber daya airnya cukup banyak plus luasnya kebun kelapa sawit. "Bahkan Sumut merupakan wilayah terbesar di luar Jawa untuk pengembangan PLTM. Hal ini harus menjadi fokus kita" ungkap Direktur Operasional PLN Indonesia Barat Moch Harry Jaya kepada pers di PLN Wilayah Sumatera Utara, Jumat (15/6)

Kehadiran Harry di Medan untuk menyaksikan penandatanganan Commercial Operation Date/COD dengan 2 perusahaan yaitu PLTM Batangtoru 3, Pembagkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomas Growth Asia sekaligus perjanjian kerjasama empat PLTM lainnya.

Sementara itu GM PLN Wilayah Sumut, Krisna Simba Putra menandatangni COD dengan dua perusahaan dan empat PLTM serta menerima ISO maupun bendera emas terhadap manajemen mutu.

Harry menyebutkan potensi PLTM Sumut terbesar dengan kapasitas mencapai 200 MW. Namun sayangnya investor yang mengelola PLTM masih sedikit dibanding dengan potensi yang besar tadi.

Soalnya selain masalah lahan terbatas, juga biaya untuk membangun PLTM agak tinggi. Satu PLTM dengan kapasitas 1 MW saja membutuh 1,5 juta dolar AS. Bayangkan kalau 2 MW biayanya bisa mencapai 3 juta dolar AS. Biaya inipun tergantung lokasi.

Plt Gubsu diwakili Gembira Sebayang mengakui potensi PLTM maupun biomas yang besar itu jika dikelola dengan baik akan menghemat BBM sekitar 3 juta kilo liter sehingga menghemat devisa 3 miliar dolar AS.

Dia melukiskan lahan kelapa sawit saat ini mencapai 1.138 juta hektar, berarti mampu menghasilkan listrik biomas 1.800 MW. Dari cangkang sawit saja kapasitasnya bisa mencapai 400 MW.

GM PLN Wilayah Sumut Krisna Simba Putra menjelaskan PLTM Hutaraja dengan kapasitas 2x2,5 MW yang beroperasi sejak 10 Mei 2012 dan PLTU Biomas Growth Asia dengan kapasitas 10 MW beroperasi sejak 7 Juni 2012.

"Sehingga dalam tahun ini ada penambahan daya 15 MW", katanya pada acara yang dihadiri Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Sumut Raidir Galingging dan Ketua DPRD Sumut, M Saleh Bangun.

Menurut dia perjanjian kerjasama membeli listrik 30,6 MW terdiri dari PLTM Batangtoru 3 (10 MW), PLTM Simonggo Tornauli (8 MW), PLTM Sisira Simandame (4,6 MW) dan PLTM Tomuan (8 MW). Sehingga menambah kapasitas daya listrik Sumut.

Sertifikat

Dalam kesempatan tersebut PLN Wilayah Sumut juga menerima sertifikat ISO 9001:2008 yang diserahkan pimpinan Sucofindo kepada Krisna sekaligus dapat bendera emas atas pencapaian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

GM Jasa Sertifikasi diwakili Nasrul Alam menyatakan PLN Wilayah Sumut sudah memenuhi standar ISO 901:2008 yang mengelola tenaga listrik, operasi pemeliharaan distribusi serta pelayanan pelanggan atas delapan area (kantor cabang dan rayon-rayon).

"Justru itu ke depan PLN harus mampu mendorong tingkat kepercayaan, operasi dan pendistibusian pembangkit," pintanya.(bay)

sumber http://www.analisadaily.com