Produksi KAYU ALAM rendah

Jumat, 15 Juni 2012 | 12:56


Pengusaha kayu yang memiliki konsesi hak penguasaan hutan (HPH) mengeluhkan biaya produksi kayu alam tinggi, sedangkan harga di pasar relatif rendah, sehingga mereka menghentikan produksi.Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi mengatakan realisasi produksi kayu alam sangat rendah yaitu Janauri-Mei 2012 hanya 600.000 m3 atau 6,7% dari target 9 juta m3.

Menurutnya, tren produksi kayu alam akan semakin turun. Realisasi produksi kayu alam tahun lalu sekitar 5 juta m3.

"Ini pilihan di HPH [hak penguasaan hutan], mau menebang kayu dan harga kayu masih rendah, ini bukan pilihan kita untuk berbisnis. Itu salah satu penyebab utama," ujarnya di sela acara Review Status Penangan Perubahan Iklim Bidang Kehutanan di Indonesia, Kamis (14/6/2012)

Dia menuturkan pengurangan produksi kayu alam itu dikhawatirkan akan menyebabkan pasokan di pasar akan berkurang. "Dari tahun ke tahun, produksi kayu terus turun. Selama dua tahun terakhir, produksi turun 50%."

Data Kementerian Kehutanan mencatat jumlah pemegang konsesi HPH sekitar 290 unit, tetapi hanya sekitar 130 pemilik HPH yang aktif. Dari pengusaha HPH yang aktif itu, katanya, tidak seluruhnya memproduksi atau menebang kayu, kendati telah memiliki rencana karya tahunan (KRT).

"Sebab, mereka tengah wait and see terhadap kenaikan harga kayu. Selain itu, sebagian besar lokasi konsesi HPH terpencil sehingga biaya transportasi sangat tinggi." (ra)


Oleh Sepudin Zuhri
sumber  http://www.bisnis.com