Larangan IMPOR HORTIKULTURA gak konsisten

Rabu, 13 Juni 2012 | 09:27


Pemerintah dinilai tidak konsisten menerapkan larangan impor langsung hortikultura karena belum menyiapkan langkah pengamanan pasokan buah dan sayur lokal untuk kebutuhan peritel.Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Tutum Rahanta mengatakan Permendag  tentang Ketentuan Impor Hortikultura tersebut intinya tetap memperbolehkan membeli produk impor.

"Hanya mekanismenya yang berubah jadi lebih panjang. Padahal kalau semangatnya ingin memajukan produk hortikultura lokal, seharusnya pemerintah bantu petani," katanya kepada Bisnis, Selasa, 12 Juni 2012.


Dalam Permendag Nomor 30/M-DAG/PER/5/2012, pemerintah hanya mengizinkan importir produsen dan importir terdaftar mengimpor hortikultura.

Khusus importir terdaftar, pemerintah mewajibkan menjalin kerja sama dengan tiga distributor. Aturan tersebut berlaku mulai 15 Juni 2012.

Tutum mengatakan mepetnya deadline penerapan peraturan tersebut bukan permasalahan utama.

Hal yang lebih penting ialah apakah dengan berlakunya aturan itu akan menjamin pasokan hortikultura lokal sesuai keinginan konsumen.

"Peritel selalu berupaya menjual produk sesuai keinginan konsumen. Kalau produk hortikultura lokal tersedia dan kualitasnya bagus, tentunya minat konsumen pun akan tinggi."

Tutum mengatakan semangat aturan tersebut sebenarnya terletak pada upaya mendorong penggunaan produk hortikultura lokal.

Aprindo sebenarnya mendukung semangat itu, agar konsumsi dan serapan produk hortikultura dalam negeri terangkat.

"Kami bantu kampanye itu [konsumsi produk lokal], tapi mana barangnya?" ujarnya.(ra)

Oleh Roberto Purba
sumber http://www.bisnis.com