PRODUK RAMAH LINGKUNGAN: Pemerintah bahas daftar produk enviromental goods

Selasa, 12 Juni 2012 | 09:41


Pemerintah masih membahas daftar produk environmental goods atau EG, menyusul keinginan sejumlah negara anggota APEC menerapkan aturan produk ramah lingkungan.Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan daftar produk tersebut saat ini sedang dibahas bersama instansi terkait, di antaranya Kementerian Perindustrian.

“Belum ada yang didaftar. Daftarnya sendiri masih dibahas bersama instansi terkait,” katanya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Senin (11/6).

Namun, Iman tidak bersedia membeberkan jumlah maupun jenis produk yang sedang direncanakan masuk ke dalam daftar produk dagang yang memenuhi criteria ramah lingkungan. “No info yet (belum bisa diinformasikan) produknya apa saja,” ujarnya.

Iman sebelumnya mengatakan pemerintah masih ingin menyiapkan produsen dan eksportir dalam negeri agar siap berkompetisi di tingkat global meskipun mendapat tekanan cukup kuat dari berbagai negara soal aturan produk ramah lingkungan tersebut.

Berdasarkan data per akhir Mei 2012, tercatat 13 dari 21 anggota ekonomi APEC telah menyerahkan daftar produk ramah lingkungan yang terdiri atas sekitar 300 produk.

Negara-negara maju yang sudah menyetor daftar produk EG, antara lain Amerika Serikat, Australia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Hongkong dan Rusia.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan Indonesia sebetulnya sudah memiliki daftar produk EG, tetapi masih memerlukan kejelasan mengenai definisi dan kriteria produk ramah lingkungan.

“Bukan karena tidak siap, tapi apa definisi environmental goods. Oke biofuel masuk environmental goods, tapi apa kriterianya? Negara lain juga ingin masukkan palm oil. EG ini sangat luas. Kita tidak mau ujuk-ujuk terikat pada sesuatu yang tidak ada kepentingannya untuk
kita,” katanya.

Bayu menduga sejumlah negara yang ngotot agar ketentuan produk ramah lingkungan segera diterapkan, berkepentingan dengan tarif rendah.


Seperti diketahui, produk yang tertera dalam daftar EG bakal memperoleh penurunan tarif 5% ketika dikapalkan ke sesama negara anggota APEC.(api)

Oleh Sri Mas Sari
sumber http://www.bisnis.com