Pemerintah jamin ketersediaan DAGING SAPI

Rabu, 06 Juni 2012 | 07:34


Pemerintah akan menjamin ketersediaan daging sapi di dalam negeri, kendati harus menambah kuota impor. Namun, pemerintah akan melakukan penghitungan neraca daging terlebih dahulu sebelum memutuskan penambahan kuota impor daging sapi.


Hal itu menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Komite Daging Sapi Jakarta Raya bersama dengan asosiasi lain seperti Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), ADDI, HIPPI, Nampa, APPHI, Aprindo, dan HIMPI DKI Jakarta.


Menteri Pertanian Suswono mengatakan impor daging sapi berpatokan pada kebutuhan di dalam negeri yaitu hanya untuk menutupi kekurangan pasokan lokal.


Dia menuturkan telah memanggil seluruh stakeholders daging sapi serta meminta Dewan Daging Indonesia untuk melakukan penghitungan ulang neraca daging nasional.


"Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kajian itu. Kita harapkan untuk menutup lebaran dan ramadhan bisa cukup," ujarnya saat menemui perwakilan demonstran daging sapi, Selasa 5 Juni 2012.
 

Saat ini peternak sapi lokal sedang menikmati harga yang baik, harga bobot sapi hidup Rp27.000-Rp28.000 per kg.

Menanggapi unjuk rasa kenaikan harga daging itu, Mentan Suswono menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan segera melakukan evaluasi pada bulan ini.


Jika dalam evaluasi itu ternyata ada kekurangan pasokan daging sapi, maka usulan penambahan kuota impor akan di bahas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.


Mentan menjelaskan kebijakan impor yang selama ini diambil berdasarkan analisa data yang sudah dilakukan.


Populasi sapi di dalam negeri sebanyak 14,8 juta ekor, sehingga ada potensial sapi yang dapat dipotong pada tahun ini sebanyak 2,4 juta ekor setara dengan 399.000 ton daging dan jeroan. (ra)

Oleh Sepudin Zuhri
sumber http://www.bisnis.com