Sucofindo Bantu Program Sawit YEL di Nagan Raya

Senin, 04 Juni 2012 | 09:48


Yayasan Ekosistem Leuser (YEL) sejak tahun 2005 lalu sudah mulai tertarik di Nagan Raya itu. Waktu kita lihat sesudah konflik semua lahan-lahan disana tertinggal, tidak ada yang rawat, sehingga ini peluang terakhir untuk selamatkan rawa tripa.Hal tersebut dikatakan Direktur Konservasi PanEco/YEL, Ian Singleton Ph.D kepada The Globe Journal, Jum’at (1/6) usai menghadiri seminar lingkungan hidup yang digelar Walhi Aceh, di Kantor Bapedal Aceh pagi tadi.

Saat ditanya program YEL di Nagan Raya, Ian mengatakan bahwa YEL membangun proyek baru di Nagan Raya. Proyek itu bernama palm oil atau produksi sawit organik yang satu-satunya ada di Asia Tenggara. Luas kawasan yang dikelola YEL untuk proyek tersebut hingga 90 hektar dengan melibatkan 63 petani lokal.

“Kawasannya diluar rawa gambut tripa, artinya lokasinya berada dalam tanah mineral yang merupakan lahan tidur dan tanah kosong,” kata Ian.

Ditanya berapa banyak jumlah bibit yang dibantu, Ian tidak ingat persis, namun bibit-bibitnya sumbangan dari Sucofindo. Diketahui Sucofindo juga merupakan perusahaan perkebunan sawit yang berada di Nagan Raya dan Aceh Barat Daya.

“Kami bukan hanya mau kontra, kami juga ingin cari solusi, menurut saya untuk sawit harus diberikan kepada rakyat petani kecil,” tambah Ian.

Dikatakannya lagi, bahwa YEL juga sedang membuat proyek air bersih di rawa tripa melalui program WATSAN untuk masyarakat desa. Proyek ini untuk membangun fasilitas air bersih dan pembuangan limbah yang ramah lingkungan.

Sejak tahun 2006 lalu, YEL sudah mulau melakukan dialog dengan Astra, lalu kami juga mendekati Pemerintah Daerah setempat dan kami usulkan semua kebin itu dipindahkan ke lahan lain diluar rawa tripa.

“Kita melihat tidak ada perkebunan yang berpengalaman membangun kebun ditanah kosong, mereka berpengalaman membuka hutan,” Demikian Direktur Konservasi YEL, Ian Singleton.[003]

sumber http://www.theglobejournal.com