Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Tidak Transparan

Senin, 21 Mei 2012 | 10:14


Pemerintah dinilai tidak transparan dalam mengelola dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT). Dana cukai yang seharusnya dikembalikan untuk menyejahterakan petani tembakau justru dipakai untuk mematikan keberlangsungan hidup petani tembakau."Dana cukai tembakau itu seharusnya dibuka ke publik demi transparansi. Tetapi yang terjadi justru dana tersebut digunakan untuk pengadaan kendaraan dinas. Sedangkan alokasi untuk peningkatan teknologi dan permodalan petani tembakau sangat minim," kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Wisnu Brata, Minggu (20/5).

Sementara itu, Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Hasan Aoni Azis, meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan DBHCT. "Revisi diperlukan karena pada program, pelaksanaan dan semangat sudah tidak sesuai dengan tujuan awal. Secara periodik, pemerintah pusat maupun daerah harus melakukan evaluasi. Persoalan apakah dengan dana tersebut kondisinya menjadi lebih baik atau justru terpuruk," ujar dia.

Hasan menyebut dana bagi hasil tersebut seharusnya juga disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan kebangkrutan industri rokok. Selama ini, industri rokok berkontribusi signifi kan untuk penerimaan negara. aan/E-3

Sumber http://koran-jakarta.com