26 Perusahaan Menerima Sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dari POLRI

Selasa, 01 Mei 2012 | 14:58


Berangkat dari tantangan mengenai keamanan dalam negeri, khususnya yang berkaitan dengan upaya pemerintah untuk melindungi Obyek Vital Nasional (Obvitnas) dan menciptakan iklim investasi yang positif, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Kapolri (Perkap) No. 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan, dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah


Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) merupakan salah satu alternatif solusi terkait keamanan yang mencakup semua bidang usaha dan pemerintahan. Dalam pandangan internasional, Perkap No. 24 Tahun 2007 telah mendapatkan pengakuan oleh ISO melalui TC 223 tentang Societal Security sebagai dokumen yang relevan. Dengan membangun dan menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan secara berkelanjutan, organisasi, perusahaan maupun institusi pemerintah diharapkan mampu bersaing di dunia internasional.

 

“Perkap No. 24 Tahun 2007 tidak dimaksudkan sebagai panduan yang merubah tatanan Industrial Security yang ada, tetapi sebagai pedoman induk dalam mengharmonisasikan Industrial Security untuk menjadi bentuk pengamanan swakarsa sesuai tuntutan UU No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian”, kata Kapolri, Timur Pradopo, dalam sambutannya pada pembukaan Forum Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan Swakarsa di Jakarta (30/4).  

 

Sertifikat SMP yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, diberikan kepada perusahaan melalui proses audit oleh badan audit independen yang ditunjuk POLRI. Sertifikat tersebut merupakan bukti yang dapat ditunjukkan kepada pelaku bisnis/pengusaha dan masyarakat terhadap akuntabilitas sistem keamanan yang diterapkan. PT SUCOFINDO (PERSERO) telah ditetapkan sebagai salah satu Badan Audit independen SMP berdasarkan Surat Keputusan No. Pol. : Skep/44/II/2008 tentang Penunjukan Badan Audit dan Pelaksanaan SMP Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah.

 

“Sampai dengan saat ini tercatat 75 organisasi, yang telah diaudit penerapan Sistem Manajemen Pengamanan. Diantaranya, ada 26 organisasi, yang mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Pengamanan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang terdiri dari 22 sertifikat dengan kategori pencapaian emas, dan 4 sertifikat dengan kategori pencapaian perak sedangkan sisanya masih dalam tahap pembinaan”, demikian diungkapkan Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Arief Safari.

 

Lebih lanjut Arief Safari menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang sejak tahun 2007 terus berupaya untuk meningkatkan standarisasi tata kelola pengamanan swakarsa di Indonesia. Menurutnya, aspek keamanan harus masuk menjadi salah satu materi yang dikelola dalam Enterprise Risk Management (Manajemen Risiko Perusahaan). Keberhasilan mengelolanya akan berdampak pada kinerja bisnis yang baik dan kemampuan mengendalikan potensi ancaman terhadap proses bisnis perusahaan.



Dalam Forum Evaluasi Penerapan SMP Swakarsa yang dihadiri oleh para CEO perusahaan penerima sertifikat SMP, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam), Komisaris Jenderal Polisi Imam Sudjarwo berharap, melalui forum tersebut akan disusun rekomendasi guna masukkan bagi stakeholderterkait serta masyarakat dunia usaha untuk masing-masing melakukan penyesuaian/ penyempurnaan terhadap cara pandang dan perlakuan selama ini terhadap ketentuan pengamanan swakarsa. Sedangkan bagi POLRI, hasil forum ini akan digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan Perkap No. 24 Tahun 2007.