ROTAN: Pasokan Rotan ke Jatim Belum Lancar

Selasa, 20 Maret 2012 | 09:19


Pasokan bahan baku rotan ke Jawa dinilai masih belum lancar kendati pemerintah pada awal bulan lalu meminta PT Sucofindo mempercepat penerbitan laporan verifikasi pengangkutan antarpulau komoditas alam itu.Adapun pemerintah mewajibkan adanya verifikasi oleh Sucofindo pada setiap rotan yang ingin dikirim ke pulau lainnya, untuk menghindari adanya pengapalan komoditas itu ke luar negeri.

Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Hatta Sinatra mengeluhkan bahwa saat ini tidak tersedia bahan baku rotan di pusat industri di Jawa.

“Pasokan rotan tidak lancar, stok di Jawa itu kosong dan [menyebabkan] harga naik,” jelasnya akhir pekan lalu.

Dia menuturkan hal tersebut bertolak belakang dari tujuan pelarangan ekspor bahan baku rotan sejak 1 Januari 2012.

“Sangat diluar dugaan, setelah pelarangan ekspor bahan baku rotan malah hilang dari pasar,” katanya.

Ditemui terpisah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo membantah bahwa distribusi antarpulau komoditas rotan masih bermasalah.

“Pengiriman rotan antarpulau sudah lancar. Pasokan ke Jawa juga lancar, malah harga rotan sekarang masih bagus. Itu menurut info dari Cirebon [pusat industri rotan],” katanya.

Dia menunjukkan data pengangkutan rotan antarpulau, dimana pada 1 Januari 2012 hingga 29 Februari 2012 volume rotan yang diangkut di dalam negeri adalah 5,46 juta ton.

Daerah tujuan pengiriman rotan terbanyak adalah Cirebon sebanyak 2,27 juta ton dan Surabaya yakni 2,92 juta ton.

Data tersebut salah satunya berdasarkan verifikasi muat rotan di lima cabang Sucofindo yakni Banjarmasin, Makassar, Manado, Padang, dan Palu.

Tahun ini, Kemendag menerbitkan tiga peraturan terkait penataan kembali komoditas rotan untuk penggunaan di dalam negeri.

Peraturan-peraturan itu adalah Permendag No.35/M-DAG/PER/11/2011 tentang Ketentuan Ekspor Rotan dan Produk Rotan.

Lalu, Permendag No.35/M-DAG/PER/11/2011 tentang Pengangkutan Rotan Antarpulau, dan Permendag No.37/M-DAG/PER/11/2011 tentang Barang Yang Dapat Disimpan di Gudang Dalam Penyelenggaraan Resi Gudang.

Permendag tersebut diterbitkan guna menghidupkan industri dalam negeri berbasis rotan dan memicu ekspor produk rotan.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh optimistis nilai ekspor produk rotan tahun ini bisa menembus US$250 juta.

“Baru 1,5 bulan larangan ekspor bahan baku rotan, nilai ekspor produk rotan sudah mencapai US$27 juta. Per bulan, nilai ekspor produk rotan bisa mencapai US$18 juta,” jelas Deddy.

Oleh JIBI
Sumber http://www.bisnis-kti.com