Pengangkutan Rotan Antar Pulau

Kamis, 08 Maret 2012 | 14:08


Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang lautnya berbatasan langsung dengan negara lain, memungkinkan terjadinya penyelundupan komoditi asal Indonesia khususnya rotan ke negara lain dengan modus pengangkutan antar pulau. Untuk menghindari terjadinya penyelundupan rotan dan menjaga ketersediaan bahan baku industri barang jadi rotan dalam negeri serta pemanfaatan rotan secara berkesinambungan, perlu dilakukan pengaturan pengangkutan rotan antar pulau. Maka Pemerintah melalui Menteri Perdagangan menetapkan peraturan yang mengatur tentang Tata cara Pengangkutan Rotan Antar Pulau, yaitu Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor : 36/M-DAG/PER/11/2011.

Sedangkan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan verifikasi rotan dalam rangka Pengangkutan Rotan Antar Pulau ditetapkan oleh Direktur Jenderal dengan Peraturan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor : 09/PDN/PER/01/2012.

Yang dimaksud Pengangkutan rotan antar pulau dalam peraturan tersebut yaitu :
 
-    Antar pulau antar provinsi
-    Antar provinsi dalam satu pulau
-    Antar pulau dalam satu provinsi, dan
-    Antar pelabuhan dalam satu provinsi dan dalam satu pulau.

Jenis rotan yang dapat di antarpulaukan diantaranya; rotan mentah, rotan asalan, rotan W/S dan rotan setengah jadi.
Untuk pelaksanaan Pengangkutan antar pulau pelaku usaha harus mengajukan permohonan pelaksanaan verifikasi kepada surveyor paling lambat 2 (dua) hari sebelum tanggal pemeriksaan barang dengan mengisi formulir Permohonan Verifikasi Muat dan Bongkar (PVMB) dengan melampirkan fotokopi legalitas sebagai badan usaha, fotokopi NPWP, daftar kemasan barang (Packing List) dan faktur penjualan (Invoice).

Tetapi apabila dalam hal pengirim maupun penerima Pengangkutan Rotan Antar Pulau dilakukan Pelaku Usaha yang sama, maka tidak harus melampirkan faktur penjualan (invoice), akan tetapi wajib melampirkan surat pernyataan bahwa pengirim dan penerima dilakukan oleh Pelaku Usaha yang sama. Sedangkan dalam hal Permohonan  Verifikasi Muat dan Bongkar dilakukan oleh Petani/Kelompok Tani, maka tidak harus melampirkan fotokopi legalitas sebagai badan usaha dan fotokopi NPWP.

Pelaku Usaha yang akan melakukan pemuatan rotan antar pulau dari tempat selain di pelabuhan, terminal industri, terminal rotan atau gudang penyimpanan rotan tidak wajib dilakukan verifikasi. Namun dalam hal Verifikasi tidak dilakukan dilokasi muat sebagaimana dimaksud, akan tetapi lokasi pembongkaran dilakukan di pelabuhan, lokasi industri, terminal rotan atau gudang penyimpanan rotan, maka terhadap rotan tersebut wajib dilakukan Verifikasi dan di lakukan pembongkaran. Dan dalam hal rotan telah dilakukan verifikasi di tempat pemuatan, akan tetapi lokasi pembongkaran dilakukan selain dilokasi pelabuhan, lokasi industri, terminal rotan atau gudang penyimpanan rotan, maka terhadap rotan tersebut wajib dilakukan Verifikasi di lokasi pembongkaran.

Pemerintah menugaskan Surveyor untuk melakukan verifikasi terhadap rotan yang akan diantarpulaukan dan menerbitkan :
-    Laporan Muat Barang (LMB)
-    Laporan Bongkar Barang (LBB)
-    Laporan Verifikasi Muat dan Bongkar Barang (LVMBB) dan
-    Laporan Muat Tidak Bongkar (LMTB), jika barang yang dikirim tidak sampai ke tujuan akhir.

SUCOFINDO, sebagai surveyor yang ditugaskan melakukan Verifikasi Pengangkutan Rotan Antar Pulau telah melaksanakan kegiatan verifikasi tersebut sejak awal bulan Januari 2012. Adapun kantor cabang SUCOFINDO yang telah melakukan kegiatan verifikasi untuk Pengangkutan Rotan Antar Pulau yakni : Cabang Banjarmasin, Cabang Makassar, Cabang Padang, Cabang Palu, Cabang Manado, Cabang Pontianak, Cabang Jakarta, Cabang Surabaya, Cabang Semarang dan Cabang Cirebon. Tentu saja, kantor cabang SUCOFINDO yang akan melakukan kegiatan verifikasi akan bertambah seiring dengan kebutuhan.

Kegiatan Verifikasi Pengangkutan Rotan Antar Pulau yang sekarang sedang dilaksanakan PT SUCOFINDO sangat menantang, karena lokasi/kondisi tempat verifikasi cukup sulit dijangkau untuk melakukan kegiatan tersebut. [za-wj kkl]

Dibawah ini beberapa contoh lokasi atau tempat kegiatan Pengangkutan Rotan Antar Pulau.

Contoh Kegiatan Pengangkutan Rotan Antar Pulau di Kepulauan Mentawai.



Kapal yang memuat rotan manau, siap berlayar ke Pelabuhan Maileppet untuk mendapat Surat Ijin Berlayar (SIB) menuju Pelabuhan Teluk Bayur , Padang.