Kelapa Sawit Indonesia Terkendala Masuk AS

Selasa, 31 Januari 2012 | 09:47


KOMODITI kelapa sawit Indonesia terkendala memasuki pasar Amerika Serikat (AS). Hal ini lantaran negara adidaya tersebut baru resmi mengumumkan jika kelapa sawit Indonesia tidak bisa dijadikan sumberdaya yang berkelanjutan. Kondisi ini semakin memberi tekanan tersendiri bagi pasar ekspor Indonesia.“Kami baru terima notifikasi resmi tersebut dari AS pada tanggal 27 Januari kemarin. Kami punya waktu satu bulan untuk memberi tanggapan,” kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di sela-sela Diskusi Media tentang Resi Gudang di Indramayu, Sabtu (28/1).

Ia mengemukakan, banyak faktor yang memengaruhi AS memberi notifikasi tersebut, di antaranya, keberatan LSM Greenpeace atas eksploitasi kelapa sawit yang merusak hutan. Menurut Bayu, di balik kampanye keberatan tersebut tidak bisa dipungkiri terdapat kepentingan persaingan produk penghasil minyak nabati, seperti jagung atau kedelai.

“Duta Besar kita di Washington sudah melakukan langkah-langkah lebih lanjut. Kami juga akan melakukan langkah untuk membuktikan kelapa sawit kita punya keberlanjutan yang tak perlu diragukan,” ujar Bayu.

Melalui hasil studi kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian mengenai tingkat emisi sawit terhadap rumah kaca diharapkan dapat menjawab keraguan AS.

Sementara itu, kata Bayu, pihaknya siap menggunakan berbagai instrumen untuk melindungi pasar domestik akibat pasar ekspor yang tertekan. Negara-negara kawasan Amerika Selatan dan Afrika merupakan peluang baru untuk digarap semakin serius tahun ini. Selain itu, Pakistan juga sudah sepakat dengan Indonesia untuk semakin mempererat perdagangan dengan potensi sebanyak 200-250 juta konsumen.

http://www.jurnas.com/news/51415/Kelapa_Sawit_Indonesia_Terkendala_Masuk_AS/1/Ekonomi/Ekonomi