Kadin tagih janji pemerintah soal audit gula

Rabu, 28 Desember 2011 | 16:01


Kamar Dagang dan Industri menagih janji Kementerian Perdagangan untuk mengumumkan hasil audit distribusi gula rafinasi paling lambat bulan ini.Hal tersebut disampaikan melalui surat yang ditujukan ke menko perekonomian, menteri perindustrian, menteri perdagangan, menteri pertanian, dan Ketua Komisi VI DPR.

Dalam surat yang dikirim Jumat lalu itu, Kadin juga menyatakan bahwa produsen yang melanggar ketentuan peredaran gula rafinasi harus dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kadin Natsir Mansyur mengatakan isi surat tersebut merupakan hasil rapat bersama antara pihaknya dengan Polri, dan asosiasi terkait seperti Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI).

“Dalam rapat tersebut, APTRI meminta agar segera diumumkan hasil audit. AGRI juga legowo kalau hasil audit itu diumumkan, tetapi sampai sekarang pemerintah belum juga ada respon. Ini menjadi tanda tanya,” paparnya.

Dia menegaskan pengumuman hasil audit distribusi gula rafinasi terhadap delapan produsen itu, serta pemberian sanksi, harus diumumkan untuk menimbulkan efek jera agar perembesan tidak terjadi di tahun-tahun mendatang.

 Seperti diketahui, hasil audit tersebut adalah tidak ada satu pun produsen gula rafinasi yang betul-betul produknya tidak merembes di pasaran. Kendati demikian, ada batas toleransi yang masih diperbolehkan jika terjadi perembesan.

Dihubungi terpisah, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo mengatakan pihaknya akan mengumumkan hasil audit pada saatnya.

“Ya pada saatnya akan disampaikan [hasil audit distribusi gula rafinasi ke publik],” jelasnya melalui pesan singkat.

 Namun, Gunaryo tidak menjelaskan apa yang menjadi pertimbangan Kemendag kapan hasil audit bisa diumumkan. “Ini proses auditnya kan baru selesai. Jadi tunggu saja diumumkannya,” katanya.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga mengatakan pihaknya berjanji akan mengumumkan hasil audit tersebut bisa diumumkan ke publik dalam waktu dekat.

 Dalam surat yang dikirim ke sejumlah instansi itu, Kadin juga menyatakan bahwa tidak diperlukan impor gula Kristal putih untuk konsumsi pada awal 2012 karena stok saat ini mencukupi.

Kadin menggunakan data Dewan Gula Indonesia yang menyebutkan terdapat stok gula 737.000 ton, ditambah produksi Sumatra di awal 2012 sebanyak 86.000 ton.

“Evaluasi atau rapat kembali akan diadakan pada Maret 2012 untuk menentukan perlu tidaknya impor gula pada tahun depan,” kata Natsir.

Dia menuturkan izin impor gula mentah, GKP, dan gula rafinasi harus berdasarkan kuota kebutuhan dalam negeri dan bukan pada kapasitas terpasang.

Berbeda dengan Kadin, Kementerian Perdagangan memperkirakan pada awal tahun depan Indonesia kekurangan pasokan gula sebanyak 300.000 ton hingga 500.000 ton karena volume produksi hingga akhir tahun ini tidak lebih dari 2,4 juta ton.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan pemerintah mempertimbangkan opsi impor untuk menutupi kekurangan itu. (ea)

Oleh Raydion
Sumber Berita : http://www.bisnis.com