Kuota impor tak diterapkan untuk hortikultura

Kamis, 15 Desember 2011 | 13:01


Pemerintah tidak akan membatasi impor hortikultura dengan kuota, tetapi hanya memperketat melalui pintu pemasukan dan analisis risiko impor di negara asal. Mentan Suswono menjelaskan impor buah dan sayuran tidak akan dikuotakan, tetapi diperketat melalui pemeriksaan Karantina. Pengetatan impor hortikultura itu, katanya, akan diikuti oleh regulasi dari Kementerian Perdagangan.
 
"Beberapa produk masuk kategori [impor dibatasi], diperketat di Karantina. Tidak ada alasan untuk menyetop [impor hortikultura], karena sudah terikat dengan perdagangan bebas," ujarnya, hari ini.
 
Menurutnya, Kementerian Pertanian hanya akan memberikan rekomendasi impor sayur dan buah. Ada beberapa produk sayur dan buah yang dibatasi impornya serta produk yang diperketat di Karantina. Namun, pihaknya tidak ada alasan untuk menyetop impor produk hortikultura, karena sudah terikat dengan ketentuan perdagangan bebas.
 
"Kementerian Perdagangan akan menyesuaikan untuk ada pengaturan ini, maka akan keluar Permendag dalam waktu dekat," lanjutnya.
 
Kepala Badan Karantina Kementan Banun Harpini mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan persyaratan teknis yang mengatur jenis, waktu dan volume impor hortikultura.
 
"Ini bagian dari hal tadi [Permentan pengetatan impor hortikultura]," ujarnya.
 
Dia memaparkan importasi hortikultura akan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan dan Peraturan Menteri Pertanian.
 
Ketentuan baru itu, katanya, dengan melakukan analisa risiko impor atau import risk analysis (IRA), kendati importir telah mendapatkan izin.
 
Banun memaparkan tim tekhnis akan melakukan analisa risiko impor hortikultura di negara asal untuk memastikan produk tersebut bebas penyakit dan hama.
 
Selama ini ditengarai ada 2-3 produk hortikultura impor yang menyebarkan penyakit dan virus di dalam negeri. Dampak dari penyakit dan virus itu, katanya, menyebabkan kerusakan masif mencapai 100% di sentra hortikultura di Tanah Air seperti tomat dan jagung.
 
Dia menambahkan pengetatan impor itu harus diikuti dengan perbaikan kompetensi dan jumlah petugas karantina, perbaikan laboratorium, serta integritas petugas di lapangan. Perbaikan lain yang akan dilakukan berupa proses bisnis pengetatan impor tersebut.
 
"Dokumen pelepasan [hortikultura impor] dilepas ketika barang sudah di instalasi pemilik, selama ini dokumen dilepas di lini I, kita kekurangan petugas. Bisnis proses pada Januari [2012] sudah siap."
 
Pihaknya akan memberitahukan kebijakan itu kepada negara asal produk impor. "Kita lakukan inspeksi ke negara asal, tim ahli. Untuk benih dengan China dan India sudah dilakukan, MBM [meat and bone meal] dari AS dan Kanada sudah." (sut)

Oleh Sepudin Zuhri
Sumber Berita : http://www.bisnis.com/