Sucofindo Gagas Resi Gudang Kopi

Kamis, 15 Desember 2011 | 12:46


Pertama kalinya di Indonesia, Resi Gudang untuk komoditas kopi diterbitkan pada bulan November 2011 lalu. Kegiatan Sistem Resi Gudang ini dilakukan di Gudang PUSKUD di Kabupaten Bener Meriah Propinsi Aceh.Kegiatan Resi Gudang di Kabupaten Bener Meriah ini merupakan bagian dari kegiatan Sustainable Economic Growth for Aceh Projects yang digelar oleh International Organization for Migration (IOM) di Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan ini merupakan sub-proyek dari Initiatives of Government of Aceh (GoA) for economic recovery and development for coffee farmers, cooperatives and businesses in Bener Meriah and Aceh Tengah Districts. PT Sucofindo (Persero) sebagai pelopor penerbitan resi gudang ini merupakan pendamping dari Pengelola Gudang yang ditunjuk oleh IOM yaitu PUSKUD.

Sistem Resi Gudang sejak diundangkan melalui Undang-Undang No. 9 tahun 2006 jo Undang-Undang No. 9 tahun 2011 hingga saat ini baru berjalan untuk komoditas biji coklat, gabah dan beras. Kopi merupakan komoditas keempat dari delapan komoditas yang dipersyaratkan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 26/M-DAG/PER/6/2007 tentang Barang yang Dapat Disimpan di Gudang dalam Penyelenggaraan Sistem Resi Gudang. 

PT Sucofindo (Persero) sendiri telah mendapatkan penunjukan sebagai Pengelola Gudang  oleh Bappebti berdasarkan SK Kepala Bappebti no.17/BAPPEBTI/Kep-SRG/SP/PG/2008 tanggal 19 Juni 2008. Pemilihan lokasi dilakukan dengan pertimbangan bahwa produksi Kopi Arabika Gayo yang berasal dari dataran tinggi Gayo belum banyak diketahui oleh banyak pihak sedangkan sebagian besar produksinya sudah diekspor ke banyak negara. 

Dengan dimulainya Kegiatan Resi Gudang di Kabupaten Bener Meriah ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah berharap agar kegiatan ekspor khususnya komoditas Kopi Arabika Gayo dapat menjadi perhatian para stakeholder untuk mengembangkan komoditas ini. [za-RN, 121211].