Pemerintah fokus dorong industri hilir untuk nilai tambah

Rabu, 14 Desember 2011 | 07:33


Pemerintah akan fokus mendorong sektor usaha yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri.Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memaparkan pola kebijakan perdagangan Indonesia akan diarahkan untuk meningkatkan industri pengolahan bahan baku dan komoditas unggulan.

“Selama ini kebijakan perdagangan kita bisa dianggap liberal, ini harus disikapi ke depannya bagaimana,” katanya Senin (12 Des.) dalam diskusi dengan para pengusaha di kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Batas rata-rata (baseline) tarif impor Indonesia, jelasnya, yang saat ini mencapai 6,8% merupakan baseline tarif terendah di antara negara berkembang dengan pertumbuhan tinggi lain seperti Brazil, Rusia, India atau China.

Gita mengatakan tarif yang cenderung rendah tersebut membuat pasar domestik rentan pada serbuan barang dari negara berkembang lain saat ekonomi di negara maju melemah karena krisis keuangan.

Industri dalam negeri, tambahnya, bisa kewalahan menghadapi ekspor China yang tiap tahun bisa mencapai US$4,2 triliun atau 70% dari pendapatan domestik bruto negara tersebut.

Mendag menambahkan potensi lonjakan impor tersebut belum termasuk barang yang masuk dengan ilegal ataupun diedarkan tanpa memenuhi aturan dari pemerintah seperti standar atau pencatuman label.

Kementerian Perdagangan, tegasnya, siap bekerja sama dengan para pelaku industri, pedagang dan Kementerian Perindustrian untuk merancang kebijakan perdagangan yang mendorong hilirsasi industri dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Saya dan Pak Hi [Menteri Perindustrian] batinnya cukup cocok, masalah apapun silakan sampaikan untuk didiskusikan kapanpun atau di manapun" kata Mendag. (api)
 

Oleh Demis Rizky Gosta
Sumber Berita : http://www.bisnis.com