Moratorium ekspor timah bocor

Senin, 12 Desember 2011 | 08:44


Produsen timah di dalam negeri tidak lagi menjalankan kesepakatan penghentian sementara ekspor timah. Direktur PT Bangka Belitung Timah Sejahtera Johan Murod mengatakan perseroan sudah kembali melakukan pengiriman timah ke luar negeri karena perusahaan lain telah melanggar kesepakatan moratorium ekspor yang sejatinya berlaku hingga 31 Desember 2011 itu.
 
“Kami tidak lagi moratorium karena semua [produsen timah di dalam negeri] sudah melanggar kesepakatan,” jelasnya kepada Bisnis melalui pesan singkat, siang ini.
 
Namun, dia tidak menjawab ketika ditanya mengenai mulai kapan Bangka Belitung Timah Sejahtera melakukan ekspor dan berapa besar volumenya.
 
Johan sebelumnya optimistis moratorium ekspor timah akan bertahan hingga 31 Desember 2011 merujuk kepada keputusan Asosiasi Timah Indonesia.
 
Moratorium ekspor timah dilakukan Indonesia, negara pengekspor timah tebesar di dunia, sejak 1 Oktober 2011 saat harga logam itu di pasar global sekitar US$21.000 per ton. Tujuan moratorium tidak lain adalah mendongkrak harga timah di pasar global menjadi US$25.000 per ton.
 
Tetapi faktanya, London Metal Exchange menetapkan harga timah untuk 9 Desember 2011 sebesar US$20.475 per ton, atau semakin turun.
 
Di lain pihak, Sekretaris Perusahaan Timah Abrun Abubakar mengatakan pihaknya hanya melakukan pengiriman ke luar negeri untuk memenuhi kontrak yang sudah ditandatangani sebelumnya.
 
“Untuk pasar spot dan ekspor, kami tidak melakukan pengiriman. Kami hanya mengirim untuk memenuhi kontrak, dan supaya tidak terkena masalah,” ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu. (arh)


Oleh Raydion
Sumber Berita : http://www.bisnis.com