Pemerintah Terapkan Verifikasi Ganda Kentang Impor

Selasa, 29 November 2011 | 13:10


Kementerian Perdagangan akan melakukan verifikasi ganda (rangkap) terhadap kentang impor guna memberikan perlindungan terhadap pasar dalam negeri.“Bentuk konkritnya adalah kita akan melakukan verifikasi terhadap produk yang diekspor mulai dari negara asalnya. Misalnya kalau untuk kentang kita bisa betul-betul bisa membedakan antara bibit kentang dan kentang konsumsi. Itu kita akan verfikasi juga di sini (Indonesia),” demikian diutarakan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Bukan itu saja, Kemendag juga akan memverfikasi atau mendapatkan penjelasan mengenai usaha tani pengimpor kentang itu di sana seperti apa. Apakah menetapkan good farming practises, apakah menggunakan  pestida, pengawet, dan lain. Hal-hal itu akan juga diverifikasi.

“Bahkan, kita juga akan meminta, misalnya keterangan mengenai kapan produk itu dipanen. Itu menjadi penting karena tidak hanya untuk produk buah atau produk sayur. Kan ada life timenya, jangan sampai ke sini dia hanya menjadi produk-produk yang sudah over dari masa optimalnya,” tegas Bayu.
 
Selain itu, akan dilakukan analisa risiko, verifikasi mulai dari pelabuhan asal, pemerintah melalui kementerian perdagangan juga akan menerapkan kenaikkan tarif bea masuk kentang.

Untuk itu, lanjut mantan Wakil Menteri Pertanian ini, tentu akan membutuhkan infarstruktur yang tidak begitu saja ada. Karenanya, pemerintah akan juga mengatur supaya produk-produk impor itu masuk melalui pelabuhan-pelabuhan yang memiliki fasilitas pengamanan yang maksimal, dan betul-betul terbaik.
 
“Kita sedang berkordinasi dengan Kementerian teknis dan meminta pengamanan itu juga termasuk risiko terhadap dari konsumen dan seterusnya. Jadi kalau bisa agak jauh dari sentra konsumsi, jangan masuk ke dalam sentra konsumsi. kita harus tetapkan proses pengamanannya di daerah-daerah yang relatif cukup berjarak aman dari sentra konsumsi,” ia mengatakan.

Lebih lanjut ia mengutarakan bahwa selama ini pelabuhan-pelabuhan yang memiliki fasilitas cukup memadai berada di jantung konsumsi. Kedepan akan dikembangkan sebagai bagian dari strategi perdagangan, paling tidak bisa berada di beranda-beranda depan.

“Tidak justru berada di jantung konsumsi,” jelasnya.

Bayu juga menyebutkan bahwa kebijakan mengenai kebijakan impor kentang dan juga produk segar holtikultura ini sedang disusun dan 1-2 minggu ke depan bisa segera selesai. “Karena ada beberapa ketentuan itu yang masih membutuhkan regulasi dari kementrian teknis terkait, terutama selama ini kementerian pertanian,” tuturnya.

 

Penulis: Srihandriatmo Malau 
Sumber Berita : http://www.tribunnews.com