Pemerintah Siapkan Tiga Macam SNI Batik

Rabu, 23 November 2011 | 07:11


Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menyiapkan tiga macam standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk batik. Standar batik akan dibagi beberapa katagori seperti standar batik berbasis budaya, industri dan kreatif.Hal ini disampaikan oleh Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Euis Saedah saat ditemui pada Acara Pembukaan Pameran Dekranas di Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (22/11/2011)

"Menurut saya, batik itu harus ada segmen-segmen karena ada komunitas batik yang dirasakan bukan batik kalau tidak mengikuti pakem-pakem. Batik itu harus ada 1 rumah, kamarnya beda-beda. Pada World Batik Summit kemaren, kita sebutkan bahwa Indonesia adalah Global Home of Batik, nah nanti negara-negara lain yang punya batikkan nunggu Indonesia, kalau kita diam saja nanti mungkin orang lain seperti Malaysia membuat standarnya, inikan lucu." katanya.

Menurutnya dari tiga katagori itu, mencakup antaralain:

Batik Budaya : Medianya kain, prosesnya menggunakan canting dan cat, perintangnya malam dan merupakan binaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Batik Industri : Pakai mesin printing, targetnya tenaga kerja dan produksi massal dan merupakan binaan dari Kementerian Peindustrian.
Batik Kreatif : Membatik di segala macam media dan merupakan binaan dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

"Jadi jelas porsinya masing-masing. Kreatif tidak usah merambat ke industri, nggak usah merambah ke budaya. Mudah-mudahan itu bisa di terima sehingga kita tidak harus gontok-gontokan. Saya sudah sampaikan kebeberapa orang untuk validasi, kalau benar kita akan buat tim dan nantinya SNI nya akan ada 3." tambahnya

Untuk biaya SNI Kementerian Perindustrian akan memberikan bantuan kepada para industri kecil menengah (IKM) berdasarkan kriteria yang akan dibuat.

"Mengenai biaya SNI saya akan coba untuk memberikan bantuan ini kepada IKM-IKM yang memenuhi beberapa kriteria. Nanti akan ada tim yang menyusun kriteria. Jadi IKM-IKM ini akan berlomba-lomba untuk memenuhi kriteria ini. Misalnya punya merek, punya tenaga kerja sekian orang, omset sekian atau punya cerita usaha yang bagus. Itu akan kita biayai SNI-nya." katanya

Euis juga menambahkan bahwa pertumbuhan industri batik diramalkan untuk tahun depan akan sangat pesat. Pertumbuhan industri batik berbanding sama dengan industri kreatif fashion yaitu 7-8% untuk tahun 2011 dibandingkan tahun 2010 dan untuk tahun depan 2012.

"Harusnya lebih dari itu karena kita sudah ada batik summit, ada pengakuan UNESCO dan apalagi kalau nanti sudah ada segmentasi batik, itu akan memberikan ruang gerak yang lebih leluasa lagi." tutupnya


Sumber Berita : http://finance.detik.com