Pemerintah Siapkan Aturan DMO Produk Mineral

Kamis, 03 November 2011 | 15:17


Kementerian ESDM berencana membuat aturan kewajiban alokasi pasokan mineral untuk dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) di akhir tahun. Aturan ini bertujuan memenuhi kebutuhan produksi mineral dalam negeri.Demikian disampaikan Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Thamrin Sihite saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (2/11/2011).

"DMO mineral itu pasti nanti, ya mungkin kebijakannya tahun ini mudah-mudahan," ujar Thamrin.

Nantinya ketetapan ini akan disusun dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM. Untuk besaran DMO-nya, masih akan melihat jumlah produksi mineral di seluruh Indonesia. Dengan begitu, seluruh pasokan mineral mentah Indonesia tidak akan habis diekspor secara penuh.

"Kita harus tahu dulu material balance-nya. Baru nanti ada DMO," singkatnya.

Thamrin menjelaskan, yang dimaksud dari mineral balance adalah kapasitas produksi mineral yang ada dihasilkan dari Indonesia.

"Kita harus tahu dulu produksinya berapa, sekarang ada smelter atau pengolahan yang akan masuk ke Indonesia. Kan dia butuh material, nah produksinya berapa? Ini produksinya harus memenuhi pabrik pengolahan dan pemurnian, jadi hampir sama dengan batubara (yang memiliki ketentuan DMO tiap tahun)," ungkap Thamrin.

Nantinya peraturan DMO ini akan diberlakukan bertahap dan disesuaikan dengan ketersediaan smelter bagi jenis mineral tertentu yang dihasilkan.

"Mekanismenya ditentukan kalau sudah ada smelter-nya sudah bangun di sini, itu kita harus penuhi. Itu bukan soal bertahap nikel atau apa, makanya kita undang investor untuk bangun smelter di sini untuk pengolahan dan pemurnian," harapnya.

"Begitu dibangun smelter kita harus pastikan bahwa material untuk smelter itu harus ada," timpalnya lagi.

Di tempat yang sama, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Edi Prasodjo menyampaikan ketetapan ini akan disusun berbeda bagi tiap jenis mineral. Meski sejauh ini angka perhitungannya masih dibahas.

“Kita sekarang masih dalam pembahasan, hitung-hitungannya kita akan mencontoh dari yang sudah terlaksana di batubara,” katanya.

Katanya, penentuan DMO ini akan dilihat seimbang dari sisi pemasok dan juga permintaan kebutuhan yang ada. Hal ini dilakukan agar pembahasan ketetapan DMO mineral menjadi efektif. "Kita akan panggil juga stakeholdernya, baik supplier jadi kita akan ketemukan mereka juga," tambah Edi.


Sumber Berita : http://finance.detik.com