Gita Wirjawan Segera Keluarkan Aturan Stop Ekspor Rotan

Senin, 31 Oktober 2011 | 13:21


Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan segera mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) perihal penyetopan ekspor rotan pada awal November 2011. Permendag tersebut merupakan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian dan Kehutanan.Demikian ditegaskan Gita usai mengikuti acara Parade Bendera Asean di pelataran Monas, Jakarta, Minggu (30/10/2011).

"Kita menargetkan minggu-minggu awal November kita akan keluarkan permendagnya tentunya berdasarkan rekomendasi dari kementerian perindustrian, kehutanan, dan para gubernur, karena ini harus holistik seperti yang saya sebutkan sebelumnya," ujarnya.

Rekomendasi tersebut sebagai bentuk penguatan bahwa guna penyelematan lingkungan dan adanya jaminan penyerapan rotan dari industri dalam negeri.

"Kita harus mendapat keyakinan bahwa penyerapan akan terjadi di dalam negeri terus juga pelaksanaan di lapangan supaya tidak ada hal-hal yang melanggar peraturan dari sisi kelestarian dan juga secara ilegal dikeluarin dari Indonesia," ujar Gita.

Dalam permendag tersebut, lanjut Gita, ditegaskan tidak ada pengiriman rotan ke luar negeri.

"Yang paling penting adalah rotan tidak boleh keluar dari Indonesia dan untuk kepentingan industri dalam negeri," tegasnya.

Meskipun dikeluarkan pada November ini, Gita menyatakan permendag tersebut akan efektif pada bulan Desember 2011 mendatang.

"Kedua kita akan bicara efektif, keluarnya mungkin dalam waktu dekat, tapi efektivitasnya sekitar mulai pada bulan Desember," ujarnya.

Menurut Gita, permendag ini akan berlaku hingga industri produk rotan dalam negeri kuat.

"Ya semangatnya sih selama mungkin, tentunya kita harus pantau juga bahwa akan terjadi kebangkitan industri rotan dalam negeri," ujarnya.

Namun, Gita menyatakan pihaknya akan mengkaji ulang peraturan tersebut, jika dalam waktu sekitar 2 tahun tidak ada kemajuan di industri tersebut.

"Pemikirannya kan cukup sederhana bahwa pasok rotan ini kan dari Indonesia saja, kalau ini bisa keluar dari Indonesia maka akan memberikan peluru untuk negara-negara lain untuk lebih kompetitif, ini kita harus perkuat juga, tapi kalau industri dalam negeri tidak memperkuat diri dalam waktu 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan kita akan tinjau balik. Tapi itu catatan yang diberikan ke kita bahwa mereka akan memperkuat diri dalam waktu sedekat-dekatnya," tegasnya.

Untuk resi gudang rotan, Gita menyatakan akan dilakukan untuk Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Resi gudang nanti kita akan, untuk kepetingan stocking dan bukan hanya di Jawa saja tapi di Sulawesi, Kalimantan dan sekitarnya, Sumatera juga," pungkasnya.

Sumber berita : http://finance.detik.com