Ekspor Kayu Terkendala Sertifikasi

Rabu, 26 Oktober 2011 | 07:01


PASAR kayu dari hasil hutan tanaman sudah menunjukkan hasil yang cerah dalam beberapa tahun terakhir ini. Salah satu pasar ekspor hasil kayu hutan tanaman adalah Jepang.Namun sayang, beberapa perusahaan masih mengeluhkan sulitnya persyaratan sertifikasi yang diajukan oleh beberapa negara khususnya Uni Eropa.

Direktur Operasional PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Harry Handojo mengatakan masuknya kayu Indonesia ke pasar internasional menghadapi tantangan berupa tuntutan sertifikasi dengan menggunakan skema yang dikembangkan salah satu organisasi di wilayah tersebut. “Bukan kami tidak bisa memenuhi, tapi hal itu memakan waktu lama. Mereka (Uni Eropa) tidak mau bila kami menggunakan sertifikat VLO (verified legal origin) yang telah kami peroleh,” kata Harry di Jakarta, Minggu (23/10).

Menanggapi hal tersebut, Menhut Zulkifli Hasan berjanji pemerintah akan berkampanye lebih luas lagi soal legalitas produk kayu yang berasal dari hutan tanaman. Dia juga menyatakan Indonesia juga sudah memberlakukan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) untuk memastikan semua produk kayu yang dihasilkan bersumber dari bahan baku yang legal. “Menjadi tugas kami agar pasar bisa lebih luas menerima produk yang berdokumen SVLK,” kata Zulkifli.

Dia menegaskan, penggunaan kayu tanaman sebagai bahan baku industri kehutanan sejatinya ramah lingkungan. Sebab, mendorong kegiatan penghijauan di lahan-lahan terlantar. Industri kehutanan berbasis kayu tanaman, juga selaras dengan triple track strategy yang dijalankan pemerintah yang mendukung pertumbuhan (progrowth), memperluas lapangan pekerjaan (projob), dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (propoor).

Direktur Bina Usaha Kehutanan Kementerian Kehutanan Iman Santoso mengatakan Indonesia ke depannya akan lebih siap. Pasalnya, sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK) Indonesia tahun ini sudah mendapat pengakuan di Eropa. “Kita akan mengusahakan kesiapan sertifikasi lainnya yang menunjang perkembangan perusahaan dalam negeri,” ujarnya.

Penulis: Tria Dianti

Sumber Berita : http://www.jurnas.com