Firmanzah: Perlu Penataan BUMN

Kamis, 20 Oktober 2011 | 14:56


Firmanzah mengatakan, sistem prosedur di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus ditata dan dikoreksi. BUMN harus menjadi badan usaha yang menghasilkan, bukan malah menghabiskan anggaran di tengah penerimaan pemasukan yang minim.“Harus ditata dan dikoreksi. Kalau perlu, harus ada standar biaya agar pemborosan anggaran yang mencapai triliunan itu tidak terjadi lagi,”kata Firmanzah saat dihubungi Jurnal Nasional di Jakarta, Rabu (19/10).

BUMN, kata dia, harus menjadi mesin yang dapat diandalkan negara dalam pemasukan keuangan negara. “Kompetensi, kualitas SDM, dan teknologi di BUMN harus dikaji ulang agar ada peningkatan,”ujarnya.

Firmanzah menilai, BUMN yang ada saat ini tidak terkoneksi dengan baik, sehingga tidak saling mendukung. Padahal, kerjasama antar BUMN merupakan hal penting untuk meningkatkan kinerja sehingga peningkatan pemasukan keuangan negara dapat tercapai.

Ditanya soal pemborosan anggaran di daerah untuk kegiatan yang tidak produktif, dia menilai hal ini terjadi karena pengkajian dan kontrol DPRD sangat kurang. Pembangunan aset daerah yang tidak bermanfaat sering terjadi karena DPRD tidak menjalankan fungsinya dengan baik.

“Masing-masing daerah punya prioritas sendiri, anggaran itu harusnya dihemat, kedepankan pelayanan pada masyarakat,”tambah Firmanzah.

Penulis: Gema Trisna Yudha

Sumber Berita : http://www.jurnas.com