Lagi, Bulog Impor 700 Ribu Ton Beras dari Vietnam

Kamis, 06 Oktober 2011 | 08:35


Perum Bulog mengaku sudah meneken kontrak baru dengan Vietnam untuk pembelian beras hingga awal tahun depan. Kontrak baru impor yang sudah ditandatangani sebanyak 700 ribu ton sehingga total impor beras dari Vietnam mencapai 1,2 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, kontrak baru impor beras dari Vietnam tersebut untuk cadangan beras awal tahun depan. Sebelumnya Bulog memang sudah meneken kontrak impor beras Vietnam sebanyak 500 ribu ton yang diperkirakan masuk hingga Desember tahun ini.

"Jadi, komitmen yang sudah kontrak dengan Vietnam total 1,2 juta ton itu akan masuk hingga awal tahun depan sekitar Januari-Februari," kata Sutarto, Rabu, 5 Oktober 2011.

Dia melanjutkan, Vietnam sebenarnya sanggup menyediakan beras hingga 1,5 juta ton. Namun, kesepakatan tersebut masih dalam tahap pembicaraan kedua negara. Jika bisa disepakati impor beras Vietnam hingga 1,5 juta ton, maka beras tersebut akan masuk sekitar Maret-April tahun depan.

Tahun 2010, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu telah berkomitmen dengan menteri perdagangan Vietnam dan Thailand akan mengimpor beras masing-masing sebesar 1 juta ton.

Vietnam menawarkan tambahan ekspor beras ke Indonesia, lanjutnya, karena mengalami kelebihan panen. "Indonesia menjadi pioritas dalam penjualan berasnya," ungkap dia.

Menurut dia, pada prinsipnya Bulog punya pedoman harga beras di perdagangan global. Bulog, kata Sutarto, selalu mencari harga murah dengan kualitas terbaik.

Selain Vietnam, Bulog juga telah melakukan penjajakan pembelian beras dari India. Negara Taj Mahal itu siap menjual surplus beras hingga 2 juta ton. "India dan Pakistan sudah ada yang menawarkan berasnya melalui swasta. Bulog juga sudah mengirimkan staf untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan impor dari negara lain," ujarnya.

Saat ini, beras impor Vietnam yang telah masuk sebanyak 361.396 ton. Sutarto mengklaim cadangan beras Bulog aman untuk stok dalam negeri. Selain mengandalkan impor, Bulog juga melakukan pengadaan dalam negeri.

"Pengadaan dalam negeri sudah hampir 1,5 juta ton. Secara keseluruhan stok Bulog cukup untuk stok hingga 4-5 bulan ke depan," katanya.

ROSALINA

http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/10/05/brk,20111005-359930,id.html