Ramadhan: Ungkap Mafia Proyek e-KTP

Rabu, 05 Oktober 2011 | 14:17


Politisi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi II DPR RI, Ramadhan Pohan berharap supaya pemerintah dan lembaga hukum segera mengungkap mafia yang berupaya menggagalkan program Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang sedang dicanangkan pemerintahan Presiden SBY."Kalau memang ada mafia yang bermain, serahkan ke penegak hukum," tegas Ramadhan Pohan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (5/10/2011).

Pernyataan Ramadhan menanggapi kegelisahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi tentang adanya upaya sengaja dari mafia proyek yang berupaya menggagalkan program e-KTP. Padahal, tim teknis e-KTP digawangi 15 kementerian dan lembaga.

Wakil Sekjen Partai Demokrat itu meminta Mendagri agar tidak ragu melaporkan mafia proyek itu ke Mabes Polri.  Sementara, Komisi II DPR ikut mengawasi pelaksanaan program itu.

"Laporkan ke pihak Kepolisian jika memang benar mafia tersebut ingin menggagalkan dan merebut proyek itu," tandasnya.

Ramadhan berharap, pelaksanaan e-KTP berjalan lancar. Sebab, program data kependudukan sistem online itu bisa menjadi terobosan positif  bagi data kependudukan. Apalagi proyek e-KTP sudah disetujui DPR. Sedangkan, programnya sendiri sudah ada regulasinya, seperti yang diamanatkan dalam Undang - Undang Nomor 23/2006.

"Ini kan sudah diamanat UU no 23 tahun 2006, dengan persetujuan DPR, menjalankan tiga program strategis," jelas dia.

Karena itu, Ramadhan mendukung untuk mengawal proses pengadaan e-KTP ini. Sebab, anggaran yang digelontorkan tidak sedikit. Untuk itu, setiap ada pihak yang ingin bermain pada proyek ini, harus ditindak tegas.

"Kita melihat dalam proses. Nampak ada hal-hal yang belum tercover. Ini salah satu proyek besar. Kita berharap jangan ada hal-hal yang di luar," tegas Ramadhan Pohan.

Penulis: Johnson Simanjuntak  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Sumber Berita : http://www.tribunnews.com