Tak Ada lagi KTP Ganda

Rabu, 05 Oktober 2011 | 13:59


Kota Solok resmi melaksanakan perekaman dan pengambilan data untuk kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Pelaksanaan e-KTP diisi dengan aktivitas perekaman data kependudukan yang terdiri dari data administrasi dan data fisik warga Kota Solok.Saat ini, di Kota Solok pencatatan data baru dilakukan di Kantor Camat Lubuksikarah karena satu kecamatan tersebut yang baru mendapatkan dua set alat perekaman data yang terdiri dari alat perekam iris mata, perekam sidik jari, perekam tanda tangan, foto digital dan satu set komputer yang lengkap dengan server untuk mengirim data ke Kemendagri.


Sementara satu kecamatan lagi, Kecamatan Tanjungharapan belum bisa dilakukan karena alatnya hingga saat ini belum datang. Dari dua kecamatan yang ada di Kota Solok tersebut, jumlah warga yang wajib memiliki KTP berjumlah sekitar 48 ribu warga.


Hingga kemarin (3/10), di Kecamatan Lubuksikarah telah tercatat 2.203 warga. Mereka dipanggil dengan surat panggilan yang dikirim bergilir ke masing-masing RT. Aktivitas perekaman data berlangsung sangat singkat, perekaman data setiap warga tersebut hanya membutuhkan waktu 3 menit hingga 5 menit.


Warga yang melakukan perekaman data dimintai dua data primer kependudukan yaitu data administrasi dan data fisik. Data administrasi berupa data pribadi seperti nama, alamat, umur, pekerjaan, dan sebagainya. Kartu KTP elektronik tersebut akan diterbitkan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri dan dibagikan pada Januari mendatang.


Untuk merangsang minat warga mengurus e-KTP tersebut, pemko melakukan terobosan dengan menyediakan doorprize dengan hadiah utama sepeda motor untuk masing-masing kecamatan. Hadiah lainnya berupa kulkas, televisi, dispenser dan hadiah hiburan lainnya. Pantauan Padang Ekspres di Kantor Camat Lubuksikarah kemarin menunjukkan tingginya minat warga yang ingin memiliki KTP elektronik yang berlaku secara nasional tersebut.


Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Solok, Nova Elvino menyatakan pencatatan dan perekaman data akan dilangsungkan selama 3 bulan hingga 4 bulan ke depan. Setelah itu, pada Januari mendatang, warga yang datanya telah tercatat tersebut akan mendapatkan “KTP pintar” tersebut.


“Kita sangat gembira dengan tingginya antusiasme warga tersebut. Dalam pemakaian perdana tadi (kemarin, red) terlihat proses pencatatan data tersebut hanya berlangsung 3 hingga 4 menit. Setiap set alat dioperasikan oleh dua orang operator ditambah pendamping dari konsorsium Sucofindo (teknis alat) dan Indosat (teknis jaringan). Data tersebut langsung tercatat di Kantor Dirjen Kependudukan Catatan Sipil Kemendagri, sehingga warga Kota Solok yang telah tercatat, tidak bisa memasukkan datanya lagi di manapun,” ujarnya.


Nova juga menyatakan aplikasi e-KTP ini menjamin tidak ada lagi KTP ganda, karena data yang masuk tidak bisa data yang sama. Terutama untuk data fisik seperti sidik jari dan iris mata. (*)

Sumber Berita : http://padangekspres.co.id