Polda Belum Terima Surat Penyetopan Ekspor Timah

Selasa, 04 Oktober 2011 | 08:36


Kepolisian Daerah Bangka Belitung belum menerima surat yang menyatakan penghentian ekspor Timah dari bumi serumpun sebalai. Kalau pun surat tersebut sudah ada, sifatnya bukan instruksi melainkan berupa imbauan. Artinya pihak kepolisian juga tidak bisa melakukan penangkapan bagi perusahaan yang melakukan ekspor timah.

Demikian disampaikan Direskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Polisi, Martuani Sormin Siregar seizin Kapolda Babel, Brigjend M Rum Murkal kepada Bangkapos.com, Senin (03/010/2011).

"Bentuk pengawasan kita sama-sama seperti sebelumnya. Dimana setiap perusahaan mau melakukan ekspor sudah memiliki izin dari Sucofindo atau instansi yang berwenang lainnya. Dalam artian sudah memiliki izin," jelasnya.

Sedangkan mengenai apakah pihak kepolisian tidak bisa menangkap perusahaan yang melakukan ekspor. Menurut Martuani soal ekspor atau tidak itu, bukan wewenang atau otorisasi pihak kepolisian.

"Kita tidak bisa melarang itu, peran sucofindo atau Bea cukai. Sebab kalau terkait ekspor. Ada perusahaan yang sudah terikat kontrak dengan pihak luar negeri. Apabila mereka tidak ekspor maka akan terkena pinalti. Disinilah kesulitan polisi. Sebab kita tidak ada wewenang permasalahan tersebut," ulas Martuani sembari mempertanyakan persolan ekspor yang berasal dari Pulau Jawa.

"Pernyataan Johan Murod soal ekspor dari Jawa Sunda, surabaya dan sebagainya, itu harus jelas, datanya dari mana. Harus diketahui juga jelasnya. Jangan asal bicara saja. Kita akan selidiki hal tersebut," pungkasnya.

http://bangka.tribunnews.com/2011/10/04/polda-belum-terima-surat-penyetopan-ekspor-timah