Sucofindo konsultan yang ditunjuk BKPM

Senin, 03 Oktober 2011 | 08:57


Dianggap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada publik. Membuat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bontang, masuk dalam nominasi terbaik tingkat Nasional. Sesuai daftarnya, PTSP Bontang sendiri masuk dalam 10 besar nasional dari 30 nominasi tingkat kabupaten/kota di Indonesia di bidang penanaman modal yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat.

Sebelumnya seleksi ini diikuti 265 kabupaten/kota di Indonesia. Lalu diseleksi sebanyak 226 kabupaten dan 39 kota lalu disaring kembali menjadi 20 kabupaten dan 10 kota. PTSP Bontang sendiri menjadi satu satunya yang mewakili Kaltim.

"Penetapan BKPM ini objektif dan bebas KKN karena survei dilakukan secara langsung oleh PT Sucofindo, sebagai konsultan yang ditunjuk BKPM," kata Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPM) Bontang, Rachman baru-baru ini.

Sedangkan aspek penilaian PTSP terbaik didasarkan hasil survey, verifikasi dan kualifikasi sesuai Peraturan Kepala BKPM Nomor 6 Tahun 2011 sebesar 50 persen. Kemudian presentasi paparan sebanyak 40 persen, berupa aspek materi 30 persen, kemampuan interaktif sebesar 20 persen dan penguasaan materi sebesar 50 persen, serta aspek hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Survei PT Sucofindo ke BPPM Bontang sebelumnya digelar, Agustus. Setelah menyeleksi hasil survey bersama 29 kabupaten/kota se-Indonesia, kemudian dipilih untuk memaparkan penyelenggaraan PTSP dibidang penanaman modal selama 30 menit.

Sementara Kasubbid Pengolahan Data, Evaluasi dan Pengaduan Masyarakat BPPM Syapriansyah menyebutkan, pemaparan dititikberatkan pada kesiapan PTSP Bontang, mulai dari proses pelayanan perizinan dan non perizinan penanaman modal, produk perizinan dan nonperizinan, IKM, gambaran umum dan profil pemerintah kota, hingga usulan kebijakan ke pemerintah pusat tentang peningkatan investasi di kota Bontang. 

"Setiap peserta hanya diberikan waktu 30 menit untuk presentasi dan tanya jawab. Sedangkan, penilaian langsung dilakukan oleh Kementerian Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri,

Kementerian PAN dan RB, Sekretariat Wakil Presiden, BKPM, BPKP dan Sucofindo," ujar Syapriansyah sembari menyebutkan, pemenangan baru akan diumumkan 12 Oktober. (im/agi)

Sumber Berita : http://www.sapos.co.id