Volume Ekspor Kopi Lampung Meningkat

Jumat, 30 September 2011 | 10:29


Volumen ekspor kopi Lampung sejak Januari hingga Agustus 2011 mencapai 164.260 ton lebih dengan nilai ekspor sebesar 342,374 juta dolar AS.“Jumlah itu lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2010,” kata Ketua Kompartemen Renlitbang Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung Muchtar Lutfie di Bandarlampung, Kamis 29 September 2011.

Ia mengatakan, nilai ekspor biji kopi Lampung pada periode yang sama tahun lalu sebesar 217 juta dolar dengan volume 152.000 ton.

Menurutnya, ekspor biji kopi Lampung itu ditujukan ke 46 negara baik kawasan Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

Khusus Agustus 2011, lanjutnya, ekspor biji kopi Lampung sebanyak 18.027 ton lebih senilai 46,767 juta dolar.

Ia mengatakan, ekspor biji kopi robusta Lampung diperkirakan stabil mengingat hingga sekarang nilai ekspor telah mencapai 342 juta dolar dengan volume 164.260 ton.

Tahun 2010, nilai ekspor kopi daerah itu mencapai 392,216 juta dolar dengan berat 261.969 ton lebih.

Muchtar memperkirakan, produksi kopi tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya karena faktor cuaca ekstrem berupa curah hujan yang cukup tinggi sepanjang 2009 hingga 2010.

Selain itu, kurangnya perhatian petani terhadap tanaman kopi juga menjadi penyebab turunnya produksi.

Ia menjelaskan, perlakuan terhadap tananam kopi yang kurang maksimal seperti perawatan dan pemupukan baik secara makro maupun mikro juga menjadi penyebab turunnya produksi.

Karena itu, ia mengharapkan, petani menerapkan teknologi budi daya tanaman kopi serta pemberian pupuk yang sesuai baik pupuk makro maupun mikro.

Di sisi lain, harga kopi saat ini lumayan tinggi mencapai Rp18.000 per kilogram (kg) di tingkat petani pengumpul, sedang di pedagang besar harganya mencapai Rp20.000/kg.

Tingginya harga biji kopi itu karena produksi di sejumlah sentra perkebunan kopi di Lampung seperti Lampung Barat, Tanggamus, Waykanan, dan Lampung Utara sedikit, sementara permintaan pasar akan komoditas itu cukup tinggi.

Areal perkebunan kopi robusta di Lampung seluas 163.837 hektare yang dikelola oleh 218.447 orang petani.

Produksi kopi robusta Lampung pada 2010 mencapai 120.000 hingga 130.000 ton. (antara)

Oleh Master Sihotang
Sumber Berita : http://www.bisnis-sumatra.com/