Sucofindo Telah Melatih 92 Operator masing-masing empat orang di tiap Kecamatan, meliputi 23 Kecamatan di Pidie

Senin, 26 September 2011 | 07:44


Terkait proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Pidie hingga kini masih terkendala. Hal itu diakibatkan belum sepenuhnya sejumlah Kecamatan di daerah itu belum memperoleh perangkat pendukung dari pihak konsorsium.Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, (Disduk-Capil) Pidie, Adman, SH kepada Analisa Jumat (23/9) mengatakan, pada awalnya rencana untuk pembuatan e-KTP secara kolektif dimulai pada 1 Agustus lalu, kemudian tertunda dan dilanjutka pada 18 Agustus, rencana tersebut pun tertunda lagi setelah pasokan sarana pendukung belum sepnuhnya merata di 23 Kecamatan.

"Untuk sekarang ini saja, baru 5 Kecamatan yang telah menerima perangkat pendukung nya sebanyak 2 set, sedangkan 18 Kecamatan lainnya baru satu set, dan satu set lagi masih menunggu kirimannya dari perusahaan konsorsium yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri," sebutnya.

Tidak seragamnya pengiriman peralatan untuk pembuatan e-KTP, disebabkan barang-barang tersebut dikirim secara bertahab melalui PT Pos Indonesia setempat yang telah tertera semua alamat Kecamatan sekaligus menyuplainya, sehingga masih ada sebagian besar Kecamatan belum memiliki peralatan yang lengkap.

"Bila dalam waktu dekat ini seluruh Kecamata di Pidie telah memiliki perangkat pendukung masing-masing dua set, maka kita akan segera memulai pembuatan e-KTP, meski baru sebatas oof line, setidaknya pada awal Oktober mendatang," sebutnya.

Untuk tahun 2011 ini kemungkinan besar pembauatan e-KTP tidak bisa rampung seluruh Kecamatan, karena waktu hanya tersisa 2,6 bulan lagi dan tidak memungkinkan bagi Kecamatan yang memiliki penduduk padat seperti Kecamatan Pidie dan Kecamatan Mutiara Timur.

Namun demikian, sebut Adman, pihaknya optimis untuk tahun 2011 ini sebagian besar Kecamatan akan menyelesaikannya, meski hanya sebatas data saja. Kemudian setelah itu baru datanya diproses secara on line.Karena e-KTP dicetak langsung di Kementerian Dalam Negeri, sedangkan 197 Kabupaten / Kota hanya mengirimkan data wajib KTP saja.

Terkait sumberdaya, ditingkat Kecamatan, Adman menambahkan, pihak konsorsium PT. Sucofindo telah melatih sebanyak 92 tenaga operator masing-masing empat orang di tiap Kecamatan, meliputi 23 Kecamatan di Pidie dan diperkirakan mampu memproses selembar e-KTP dalam rentang waktu 4-6 menit. Untuk satu hari ditergetkan sebanyak 240 orang wajib KTP.

Untuk mendukung tugas operator, setiap operator akan diberi honorarium Rp 1.200 per lembar e-KTP, sedangkan bagi Keuchik dan sekretarisnya yang memobilisasi penduduk wajib KTP, akan diberi honorarium Rp1.000 per orang wajib KTP.

"Tahun 2011 ini, tercatat penduduk yang wajib KTP sebanyak 290 Ribu orang lebih, yang tersebar di 23 Kecamatan, kemudian dalam waktu dekat ini akan dikirim undangan seluruhnya. Bagi masyarakat wajib KTP yang telah mendapat undangan dapat langsung datang ke kantor kecamatan untuk proses e-KTP, dan Disduk-Capil akan menyediakan sarana trasportasi. Berupa unit Bus yang ada di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishub-Kominfo) Pidie," sebutnya. (ri)

Sumber Berita : http://www.analisadaily.com