Sucofindo Menyiapkan Tenaga Pendampingi Petugas di Tingkat Kecamatan.

Kamis, 25 Agustus 2011 | 07:30


Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menjawab dugaan mark up proyek tender KTP elektronik atau e-KTP. Menurut Gamawan, dugaan seperti itu merupakan hal yang biasa dalam suatu pengadaan. "Tiga perusahaan yang kalah. Ya biasa lah itu," ungkap Gamawan saat ditemui di Komplek Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (24/8/2011).

"Ya kan kita sudah minta audit, kita minta audit pada BPKP, kita surati kapolri, kita surati jaksa agung, BPK, KPK. Itu tanda keikhlasan panitia. Kalau masih ada isu-isu silakan saja," tegasnya.

Sejauh ini, Gamawan mengaku tidak ada kendala berarti dalam penerapan e-KTP yang rencananya berakhir pada 2012. Semua peralatan yang mendukung pelaksanaan proyek tersebut disebut Gamawan sudah terpasang. Sucofindo, selaku pemenang tender juga sudah menyiapkan tenaga untuk mendampingi petugas di tingkat Kecamatan.

Disinggung tentang penerapannya di wilayah DKI Jakarta, Gamawan mengatakan hal itu tergantung Pemerintah Propinsi yang kini masih dipimpin Gubernur Fauzi Bowo. Seperti telah dilontarkannya, peralatan e-KTP sudah masuh hingga tingkat kecamatan.

"Kan administrasi oleh Pemda DKI (Jakarta) sendiri. Karena pelayanan sampai ke kelurahan itu program DKI. Kalau pelayanan kita kan sampai kecamatan, cuma DKI ingin memberikan pelayanan lebih," imbuh Gamawan.

Sumber Berita : http://www.tribunnews.com/