Turunkan Harga Hingga 30 persen

Rabu, 24 Agustus 2011 | 07:09


Ingin membantu masyarakat kurang mampu menghadapi Hari Raya Idulfitri 1432 Hijriah, Forum Komunikasi BUMN Kalbar menunjuk PT Sucofindo (Persero) untuk bekerja sama dengan Pemkab Sambas menyelenggarakan pasar murah. Harga yang ditawarkan pun lebih murah 20-30 persen dibanding harga di pasaran.Kegiatan Pasar Murah BUMN Peduli Bagi Masyarakat Kurang Mampu ini dilaksanakan di Terminal Tebas. Disediakan beras sebanyak 6 ton, gula pasir 6 ton, dan minyak goreng 2.000 liter.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian BUMN kepada masyarakat Kalbar. Makanya, selama pasar murah berlangsung harga barang yang ditawarkan turun hingga 30 persen. “Gula yang biasanya Rp 11 ribu kita jual per kilogram Rp 8 ribu, beras per kilogram seharga Rp 7.500 kita jual Rp 5.300, dan minyak goreng kemasan 1 liter seharga Rp 14 ribu jadi Rp 10 ribu,” kata Linda Pardiana SE, Koordinator BUMN Peduli kepada Equator, Sabtu (20/8).

Dijelaskan Pardiana, kegiatan yang dihadiri Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH, Wakil Bupati Sambas, Dr Pabali Musa MAg, dan Manager Sucofindo Cabang Pontianak, Drs H Bosri MM, ini dilaksanakan sebanyak tiga kali. Yaitu menjelang Ramadan, menjelang Idulfitri, dan yang ketiga menjelang Natal dan Tahun Baru. “Untuk Kabupaten Sambas sudah dua kali kita laksanakan. Pertama menjelang Ramadan di Halaman Masjid Babul Janah Sambas, kemudian menjelang Idulfitri di Terminal Tebas,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPH, dalam sambutannya membuka kegiatan Pasar Murah BUMN Peduli mengatakan, Pemkab Sambas sangat terbantu dengan adanya pasar murah. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana harga kebutuhan pokok selalu naik karena tingginya permintaan bahan pokok menjelang hari raya. “Kami mendukung kegiatan pasar murah ini,” kata Juliarti.

Ia berharap dilaksanakannya pasar murah dapat membantu masyarakat tidak mampu sehingga pasar murah yang dilaksanakan benar-benar bermanfaat dan memiliki faedah. “Saya minta masyarakat yang mampu tidak ikut serta dalam pasar murah ini, berikan kesempatan bagi warga yang tidak mampu,” imbaunya.

Selain itu, ia juga mengimbau warga yang telah menerima kupon pasar murah agar antre dengan tertib. “Kita harus berupaya menciptakan budaya antre dalam kegiatan apa pun,” imbau bupati.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Industri dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sambas, Mashuri SE, menjelaskan kegiatan Pasar Murah BUMN Peduli ini dilaksanakan bagi masyarakat kurang mampu di 23 desa se-Kecamatan Tebas. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat tidak mampu. “Untuk pendataan, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kecamatan dan desa,” kata Mashuri.

Selama pasar murah berlangsung terangnya, bagi penggunaan kupon pasar murah dilayani mulai pukul 09.00 sampai 12.00. Untuk beras disediakan 1.200 kupon, minyak goreng sebanyak 450 kupon, dan gula pasir sebanyak 900 kupon. Sedangkan sisanya, mulai pukul 12.00 ke atas diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang tidak mendapat kupon. “Kita menjual beras per 5 kilogram kepada masyarakat Rp 27 ribu, minyak goreng per liter Rp 10 ribu, dan gula pasir 2 kilogram seharga Rp 16 ribu,” ungkap Mashuri. (edo)

Sumber Berita : http://www.equator-news.com/