Sucofindo Tidak Bisa Menilai Aset Pada Saat Objek Kejadian.

Kamis, 18 Agustus 2011 | 08:12


Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung mengeluarkan SP3 terhadap perkara dugaan korupsi penjualan aset PT Karta Niaga. Kejaksaan mengakui kasus itu dihentikan karena kejaksaan tidak mampu mengungkap kerugian negara dari kasus tersebut.Kepala Seksi Humas Kejati Bangka Belitung Rindang Onasis didampingi oleh Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus kepada bangkapos.com, Selasa (26/07/2011) mengatakan kalau pihaknya mengeluarkan SP3 per 13 Mei 2011.

"Kita keluarkan SP3 dik atas kasus tersebut. Persoalannya ternyata tidak bisa kita temukan bukti kerugian negara karena sejumlah perkembangan penyidikan yang kita lakukan terkendala," kata Rindang.

Dijelaskannya kasus tersebut bermula dengan penjualan aset oleh Tim Likuidasi dari PT KN tahun 2000. Pihaknya mulanya menduga ada dugaan korupsi.

"Pertama kita asumsi mengapa dijual murah tidak sesuai NJOP. Rupanya dasar jual beli tidak ada yang mengatur harus NJOP," katanya.

Kejaksaan berusaha untuk mencari kerugian negara dengan berkonsultasi dengan BPKP. Jawabannya BPKP merekomendasikan untuk mencari saksi ahli.

Kejaksaan kemudian meminta PT Sucofindo, namun jawaban dari pihak Sucofindo kalau pihaknya tidak bisa menilai aset tersebut pada saat objek kejadian.

"Mereka hanya bisa menilai aset saat permintaan. Tidak bisa menilai aset yang dipersoalkan waktu dijual. Unsur merugikan negaranya tidak bisa buktikan," katanya.

Kasus tersebut sebelumnya menyeret lima tersangka. "Kita hentikan karena tidak cukup bukti.

Sejumlah aset milik PT Kerta Niaga yang tersebar di Pangkalpinang, Sungailiat dan Belinyu penjualannya dinilai bermasalah. Aset tersebut dijual tidak melalui prosedur.

Diungkapkan Rey Marasabessy dari Lembaga Pemantau Penyelenggara Republik Indonesia (LPPRI) kepada bangkapos.com persoalan itu sudah masuk ke ranah Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

"Penjualan aset tanah dan bangunan PT Karta Niaga tahun 2000 bermasalah menurut kita. Ada tiga di Pangkalpinang, satu di Sungailiat dan satu lagi di Belinyu," kata Rey.

Penulis : teddymalaka

Sumber Berita : http://bangka.tribunnews.com